<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047</id><updated>2011-04-22T03:31:11.189+07:00</updated><title type='text'>HABITAT</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-7930821737989145122</id><published>2009-04-14T12:16:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T12:17:30.280+07:00</updated><title type='text'>Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatraensis)</title><content type='html'>&lt;table width="100%" bgcolor="#efffef" border="0" cellpadding="8" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr bgcolor=""&gt;&lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt; Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatraensis)merupakan satu-satunya dari subspesies Harimau yang masih tersisa di Indonesia. Keberadaannya hingga saat ini semakin mengkhawatirkan. Kehilangan habitat dan mangsa (Bovidae dan Cervidae) menyebabkan satwa yang hidup di pulau sumatera ini semakin terancam keberadaannya. Saat ini diperkirakan berkisar 400-500 ekor yang masih tersisa di alam (Seidenstiker,1999).&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr bgcolor=""&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://www.indotoplist.com/member/admin/img_detail.php?detail_id=777" alt="Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatraensis)" class="imgLeft2" border="0" /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Panjang Harimau Sumatera jantan dapat mencapai 2,2 – 2,8 meter, sedangkan betina 2,15 – 2,3 meter. Tinggi diukur dari kaki ke tengkuk rata-rata adalah 75 cm, tetapi ada juga yang mencapai antara 80 – 95 cm, dan berat 130 – 255 kg. Hewan ini mempunyai bulu sepanjang 8 – 11 mm, surai pada Harimau Sumatera jantan berukuran 11 – 13 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulu di dagu, pipi, dan belakang kepala lebih pendek. Panjang ekor sekitar 65 – 95 cm (Direktorat Pelestarian Alam, 1986 ; Hafild dan Aniger, 1984 ; Kahar, 1997 ; Macdonald, 1986 ; Mountfort, 1973 ; Saleh dan Kambey, 2003 ; Sutedja dan Taufik, 1993 ; Suwelo dan Somantri, 1978 ; Treep, 1973)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habitat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Harimau Sumatera, seperti halnya dengan jenis-jenis harimau lainnya, adalah jenis satwa yang mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya di alam bebas. Kondisi mutlak yang mempengaruhi pemilihan habitat seekor harimau adalah :&lt;br /&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Adanya habitat dengan kwalitas yang baik termasuk vegetasi cover sebagai tempat berteduh dan beristirahat agar bisa terlindung dari dari panas dan sebagai tempat untuk membesarkan anak serta berburu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat sumber air, karena satwa ini hidupnya sangat tergantung pada air untuk minum, mandi, dan berenang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedianya mangsa dalam jumlah yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tipe lokasi yang biasanya menjadi pilihan habitat Harimau Sumatera di Indonesia bervariasi, dengan ketinggian antara 0 – 3000 meter dari permukaan laut, seperti :&lt;br /&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hutan hujan tropik, hutan primer dan sekunder pada dataran rendah sampai dataran tinggi pegunungan, hutan savana, hutan terbuka, hutan pantai, dan hutan bekas tebangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pantai berlumpur, mangrove, pantai berawa payau, dan pantai air tawar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Padang rumput terutama padang alang-alang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daerah datar sepanjang aliran sungai, khususnya pada sungai yang mengalir melalui tanah yang ditutupi oleh hutan hujan tropis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juga sering terlihat di daerah perkebunan dan tanah pertanian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selain itu juga banyak harimau ditemui di areal hiutan gambut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makanan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Harimau Sumatera termasuk jenis Carnivora yang biasanya memangsa : Rusa Sambar (Cervus unicolor), Kijang (Muntiacus muntjak), Kancil (Tragulus sp.), dan Babi hutan liar (Sus sp.). Kerbau liar (Bubalus bubalis), Tapir (Tapirus indicus), Kera (Macaca irus), Langur (Presbytis entellus),Landak (Hystrix brachyura),Trenggiling (Manis javanica), Beruang madu (Heralctos malayanus), jenis-jenis Reptilia seperti kura-kura, ular, dan biawak, serta berbagai jenis burung, ikan, dan kodok dan jenis-jenis satwa liar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan peliharaan atau ternak yang juga sering menjadi mangsa harimau adalah Kerbau, kambing, domba, sapi, Anjing dan ayam. Biasanya hewan-hewan ini diburu harimau bila habitat harimau terganggu atau rusak sehingga memaksa harimau keluar dari habitatnya ke pemukiman atau persediaan mangsa di alam bebas sudah habis atau sangat berkurang jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan makannya, harimau berburu 3 – 6 hari sekali, tergantung besar kecil mangsa yang didapatkannya. Biasanya seekor harimau membutuhkan sekitar 6 – 7 kg daging per hari, bahkan kadang-kadang sampai 40 kg daging sekali makan. Besarnya jumlah kebutuhan ini tergantung dari apakah harimau tersebut mencari makan untuk dirinya sendiri atau harimau betina yang harus memberi makan anak-anaknya (Macdonald, 1986 ; Mountfort, 1973).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa hidup seekor harimau adalah sekitar 10 – 15 tahun. Harimau yang tinggal di penangkaran umumnya lebih lama lagi, dapat mencapai 16 – 25 tahun (Macdonald, 1986).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr bgcolor=""&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://www.indotoplist.com/member/admin/img_detail.php?detail_id=779" alt="Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatraensis)" class="imgLeft2" border="0" /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reproduksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau merupakan satwa dengan tingkat perkembangbiakan yang cukup tinggi. Kematangan secara seksual harimau betina adalah pada usia 3 – 4 tahun, sedangkan harimau jantan pada usia 4 – 5 tahun. Lama kehamilan harimau betina berkisar 102-110 hari Jumlah anak harimau pada sekali kelahiran jumlahnya berkisar antara 1 – 6 ekor, dan bahkan kadang-kadang lahir 7 ekor, tetapi dari jumlah tersebut yang mampu bertahan dan hidup sampai dewasa hanya dua atau tiga ekor saja. Harimau betina selama hidupnya dapat melahirkan anak dengan jumlah total sampai 30 ekor, dan setiap tahun dapat melahirkan anak. Jarak antar kelahiran kurang lebih 22 bulan, atau 2–3 tahun, tetapi dapat lebih cepat bila anaknya mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau bukan jenis satwa yang biasa tinggal berkelompok melainkan jenis satwa soliter, yaitu satwa yang sebagian besar waktunya hidup menyendiri, kecuali selama musim kawin atau memelihara anak. Home range untuk seekor harimau betina adalah sekitar 20 km2 sedangkan untuk harimau jantan sekitar 60 – 100 km2. Tetapi angka tersebut bukan merupakan ketentuan yang pasti, karena dalam menentukan teritorinya juga dipengaruhi oleh keadaan geografi tanah dan banyaknya mangsa di daerah tersebut. Biasanya daerah teritori harimau jantan 3 – 4 kali lebih luas dibandingkan harimau betina. Di Way Kambas dalam 100 km2 di dihuni oleh 3 - 5 ekor harimau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatera merupakan satwa endemik yang penyebarannya hanya terdapat di Pulau Sumatera saja. Sebelumnya, populasi Harimau Sumatera sangat banyak tersebar, mulai dari Aceh, di daerah dataran rendah Indragiri, Lumbu Dalam, Sungai Litur, Batang Serangan, Jambi dan Sungai Siak, Silindung, bahkan juga di daratan Bengkalis dan Kepulauan Riau. Pada saat ini, jumlahnya jauh berkurang dengan penyebaran yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan yang ada pada tahun 1800 – 1900 jumlah Harimau Sumatera masih sangat banyak, mencapai puluhan ribu ekor. Pada tahun 1978, dari suatu survei diperkirakan jumlah Harimau Sumatera adalah sekitar 1000 ekor dan saat ini berkisar 500-600 ekor. Diperkirakan pengurangan jumlah Harimau Sumatera sebanyak paling tidak 30 ekor per tahun, dengan penyebab utama adalah : Konversi Hutan, Degradasi Habitat, Fragmentasi Habitat, Konflik Harimau dengan Manusia, Perburuan Harimau dan Mangsa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr bgcolor=""&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://www.indotoplist.com/member/admin/img_detail.php?detail_id=778" alt="Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatraensis)" class="imgRight2" border="0" /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konservasi Harimau Sumatera Secara Komprehensif        &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatraensis) di habitat alaminya secara menyeluruh belum diketahui secara tepat, namun dapat dipastikan bahwa populasinya saat ini sudah dalam kondisi sangat kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1994 diperkirakan populasi harimau sumatera yang hidup liar hanya 500-600 ekor saja dan itupun hidup tersebar dalam populasi-populasi kecil di Dalam Kawasan Konservasi dan di Luar Kawasan Konservasi. Sementara itu Direktorat Jederal PHKA memeperkirakan setiap tahunnya 30 ekor harimau sumatera mati akibat perburuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti ini apabila tidak ditangani secara serius dan intensif dapat dipastikan bahwa populasi harimau sumatera di alam akan menurun secara cepat dan dalam waktu yang tidak lama akan punah seperti yang telah terjadi pada harimau Bali, Kaspia dan harimau Jawa yang sudah dianggap punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurunya populasi harimau Sumatera di alam disebabkan oleh banyak factor yang saling mempengaruhi dan terjadi secara simultan. Factor-faktor penyebab tersebut diantaranya, adalah:&lt;br /&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Informasi dan pengetahuan di bidang bio-ekologi harimau sumatera masih terbatas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurunnya kwalitas dan kwantitas habitat harimau sumatera akibat konversi hutan, eksploitasi hutan, penebangan liar, perambahan hutan, kebakaran hutan dan lain-lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fragmentasi Habitat akibat Perencanaan Tata Guna Lahan dan penggunaan lahan dan hutan yang kurang memperhatikan aspek-aspek konservasi satwa liar khususnya harimau sumatera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kematian harimau sumatera secara langsung sebagai akibat dari perburuan untuk kepentingan ekonomi, estetika, pengobatan tradisional, magis, olahraga dan hobby serta mempertahankan diri karena terjadinya konflik antara harimau dengan masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penangkapan dan pemindahan harimau sumatera dari habitat alami ke lembaga konservasi eksitu karena adanya konflik atau kebutuhan lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurunya populasi satwa mangsa harimau karena berpindah tempat maupun diburu oleh masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rendahnya unsur-unsur management pengelola konservasi harimau sumatera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rendahnya kesadaran masyarakat dalam konservasi alam dan rendahnya penegakan hukum dibidang “Wildlife Crime” telah pula mempercepat penurunan populasi harimau sumatera di alam.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Untuk mencegah terjadinya kepunahan harimau sumatera dan memulihkan kembali populasi-populasi harimau yang berada pada tingkat tidak sehat ke tingkat populasi sehat diperlukan tindakan yang secara simultan dapat mengatasi faktor-faktor penyebab kepunahan harimau sumatera tersebut di atas.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr bgcolor=""&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://www.indotoplist.com/member/admin/img_detail.php?detail_id=780" alt="Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatraensis)" class="imgRight2" border="0" /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumatera Tiger Conservation Program&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bentuk Kerjasama antara Departemen Kehutanan dengan The Tiger Foundation Canada dan Sumatran Tiger Trust Inggris berupaya untuk mengembangkan program konservasi harimau sumatera yang secara komprehensip dapat mengatasi faktor-faktor penyebab menurunnya populasi harimau sumatera. Upaya konservasi yang dilaksanakan oleh Program Konservasi Harimau sumatera di antaranya adalah:&lt;br /&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melakukan studi bioekologi harimau sumatera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan perluasan habitat harimau sumatera yang berada diluar kawasan konservasi sebagai kawasan yang dilindungi untuk konservasi harimau sumatera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kegiatan perlindungan harimau sumatera dan habitatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kesadaran masyarakat akan konservasi alam dan meningkatkan kwalitas penegakan hukum dibidang ”Wildlife Crime”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kwalitas penanganan konflik antara harimau dengan masyarakat yang dapat menjamin kelesatrian harimau sumatera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monitoring populasi harimau sumatera dihabitat alaminya dalam jangka panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatan kwalitas sumber daya manusia dan kerjasama pengelolaan antara seluruh institusi yang berkepentingan terhadap kelestarian harimau sumatera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembangan Strategi Konservasi Harimau Sumatera di Masa Depan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bioekologi Harimau Sumatera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatera atau Panthera tigris sumatrae (Pocock, 1929) secara taksonomi dalam biologi termasuk dalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kingdom : Animalia&lt;br /&gt;Phylum : Chordata&lt;br /&gt;Subphylum : Vertebrata&lt;br /&gt;Kelas : Mammalia&lt;br /&gt;Infra kelas : Eutheria&lt;br /&gt;Ordo : Carnivora&lt;br /&gt;Sub ordo : Fissipedia&lt;br /&gt;Super famili : Felloidea&lt;br /&gt;Famili : Felidae&lt;br /&gt;Sub famili : Pantherina&lt;br /&gt;Genus : Panthera&lt;br /&gt;Spesies : Panthera tigris&lt;br /&gt;Subspesies : Panthera tigris sumatrae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Panthera tigris sumatrae masih terdapat tujuh subspesies lain yang juga termasuk dalam spesies Panthera tigris yaitu :&lt;br /&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Harimau India atau Harimau Bengala (Panthera tigris tigris), &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harimau Siberia (Panthera tigris altaica), &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harimau Cina atau Amoy (Panthera tigris amoyensis), &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harimau Indo-Cina (Panthera tigris corbetti), &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harimau Kaspia (Panthera tigris virgata) yang punah sekitar tahun 1950, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), terdapat di Jawa, Indonesia, dinyatakan punah sekitar tahun 1980, dan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harimau Bali (Panthera tigris balica), terdapat di Bali dan dinyatakan punah tahun 1937.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr bgcolor=""&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://www.indotoplist.com/member/admin/img_detail.php?detail_id=781" alt="Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatraensis)" class="imgRight2" border="0" /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monitoring Populasi Harimau dan Habitatnya Jangka Panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui populasi, penyebaran dan pola aktivitas harimau sumatera di habitatnya, Program Konservasi Harimau Sumatera melaksanakan pemotretan dengan menggunakan Camera Infra merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camera Inframerah dipasang ditempat-tempat lintasan harimau yang beroperasi selama 24 jam dalam jangka waktu tertentu. Secara otomatis camera akan memotret dan mencatat waktu setiap individu yang melewati lensa camera. Dengan demikian camera tidak saja akan memotret satwa harimau tetapi juga dan satwa mangsa harimau. Dengan menggunakan camera inframerah dalam jumlah yang cukup dan waktu yang lama, akan diperoleh data populasi dan penyebaran harimau sumatera dengan akurasi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harimau mati meninggalkan belangnya.............. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula untuk mengidentifikasi setiap individu harimau sumatera digunakan analisa pola loreng yang ada pada kulitnya, karena setiap individu harimau memiliki pola loreng yang berbeda dengan individu yang lain. Perbedaan pola loreng pada kulit harimau tersebut sama halnya dengan pola sidik jari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dapat untuk mengidentifikasi individu harimau, hasil pemotretan dengan camera inframerah juga dapat digunakan untuk mengetahui pola aktifitas harian harimau sumatera, kepadatan dan keragaman jenis satwa mangsa juga keanekaragaman satwa liar lainnya. Pengembangan GIS dalam pengelolaan dan monitoring habitat dan penyebaran harimau sumatera juga menjadi bagian penting dalam kegiatan Program Konservasi Harimau Sumatera. Untuk itu secara periodik dilakukan pembaharuan data dan informasi sesuai perkembangan di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Populasi Harimau Sumatera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan yang ada pada tahun 1800 – 1900 jumlah Harimau Sumatera masih sangat banyak, mencapai ribuan ekor. Pada tahun 1978, dari suatu survei diperkirakan jumlah Harimau Sumatera adalah sekitar 1000 ekor. Setelah itu Sumatera mengalami perkembangan yang sangat pesat antara lain di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan serta pembangunan pemukiman dan industri. Akibatnya habitat Harimau Sumatera semakin menurun yang otomatis berakibat pula pada populasinya. Diperkirakan saat ini populasi harimau di Sumatera sekitar 500 ekor, yang tersebar di kawasan konservasi utama 400 ekor dan di luar kawasan konservasi 100 ekor hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data yang ada terlihat adanya pengurangan jumlah Harimau Sumatera sebanyak kurang lebih 33 ekor per tahun. Dengan kondisi seperti ini maka apabila tidak dilakukan pengelolaan yang intensif harimau sumatera diperkirakan akan mengalami kepunahan dalam waktu sepuluh tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survey dan monitoring populasi menggunakan kamera inframerah yang dilakukan dibebarapa habitat penting harimau diperoleh data populasi sebagai berikut :&lt;br /&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Di Taman Nasional Way Kambas: 43-46 ekor, telah terpotret 44 individu,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di Taman Nasional Bukit Tigapuluh: 23-26 ekor, telah terpotret 7 individu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di Kawasan Hutan Senepis-Buluhala: 11-14 ekor, telah terpotret, 9 individu&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengembangan Kawasan Perlindungan Harimau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat alami harimau sumatera sudah mengalami degradasi dan terfragmentasi mejadi habitat-habita yang kecil. Demikian populasi harimau yang hidup di dalamnya sudah terpecah menjadi populasi-populasi kecil dan tersebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi-populasi tersebut berada dalam status populasi yang sehat, populasi kurang sehat dan populasi tidak sehat serta populasi yang terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui status populasi dan kondisi habitat alami harimau yang tersebar Program Konservasi Harimau Sumatera melakukan identifikasi dan inventarisasi habitat dan populasi yang masih memungkinkan untuk diselamatkan. Kegiatan Identifikasi dan Inventarisasi habitat dan status populasi diprioritaskan pada Kelompok Hutan Bengalis (TCU 147), Kelompok Hutan Sungai Siak (TCU 149) dan Kelompok Hutan Sungai Kampar (TCU 150).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Program Konservasi Harimau Sumatera juga memberikan bantuan teknis dan keahlian kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat yang akan memperluas, mengembangkan atau mengusulkan kawasan konservasi baru yang berfungsi pula sebagai habitat dan tempat perlindungan harimau sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan pertengahan Tahun 2005 kawasan hutan yang telah dilakukan study sebagai habitat penting harimau sumatera, adalah:&lt;br /&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kelompok hutan Sei Senepis-Buluhala di Kota Dumai yang terdapat dalam wilayah TCU 147&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kawasan Hutan Penyangga Bukit Tigapuluh di Kab.Tanjung Jabung Barat, Kab. Tebo di Propinsi Jambi dan Kab. Indragiri Hilir dan Kab. Kuantan Senggigi di Provinsi Riau.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagian Kelompok Hutan Sungai Kampar (TCU 150) yang terletak di Kab. Pelalawan, Provinsi Riau.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan Harimau Bermasalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan studi lapangan yang dilakukan Program Konservasi Harimau Sumatera adanya pembukaan hutan, eksploitasi hutan dan konversi vegetasi hutan alam menjadi tanaman monokultur merupakan sumber terjadinya konflik antara harimau dengan masyarakat desa maupun tenaga kerja pembuka hutan di Kota Dumai dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan areal hutan dan konversi hutan alam di Di Kota Dumai dan sekitarnya telah menyebabkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menurunnya kwantitas, kwalitas dan daya dukung habitat terhadap harimau sumatera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurunnya populasi dan jenis satwa mangsa harimau seperti rusa, babi hutan, kera dll oleh karena beralih tempat, mengungsi ke tempat yang lebih baik dan karena mati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempat berlindung dan membesarkan anak menjadi hilang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teritorial harimau sumatera menjadi berubah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Keadaan tersebut telah menekan harimau sumatera untuk mencari teritorial baru dan masuk ke pemukiman untuk mencari mangsa, sehingga telah menyebabkan konflik antara harimau dengan manusia. Dalam kurun waktu 1996 – 2004 lebih dari 152 kasus konflik harimau dengan masyarakat yang mengakibatkan lebih dari 25 orang meninggal dunia, puluhan orang luka-luka dan ratusan ternak milik masyarakat desa dimangsa oleh harimau. Kerugian yang di derita oleh masyarakat sekitar kelompok hutan senepis yang disebabkan oleh konflik harimau selama ini, diantaranya berupa :&lt;br /&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rasa Takut Yang Dialami oleh masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Korban Ternak Luka-Luka dan Mati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Korban Manusia Luka-Luka dan Meninggal&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Belum adanya peraturan dan ketentuan tentang penetapan status harimau bermasalah serta belum adanya prosedur penanganan terhadap harimau bermasalah telah menyebabkan keragaman dalam penetapan dan penangana harimau bermasalah. Sebagian masyarakat melakukan tindakan sendiri dan tidak memperhatikan kaidah konservasi, yaitu dengan cara melakukan penangkapan dengan jerat bahkan sampai pada pembunuhan terhadap satwa tersebut. Kondisi seperti ini apabila tidak segera ditangani maka akan terjadi tindakan yang berulang-ulang dan dianggap benar. Selain itu penangkapan harimau bermasalah oleh oknum masyarakat tertentu sering disalahgunakan untuk melakukan pemburuan dan perdagangan harimau secara liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan harimau bermasalah yang dilaksanakan oleh Departemen Kehutanan selama ini masih terbatas pada penangkapan dan memindahkannya ke Lembaga Konservasi Eksitu. Keadaan ini kurang menjamin kelestarian harimau sumatera di habitat alaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar penanganan harimau bermasalah dapat lebih menjamin kelestarian populasi harimau sumatera di alam, Program Konservasi Harimau Sumatera sejak Tahun 2003 mengembangkan “teknis penangkapan dan pelepasliaran kembali ke habitat alami” bagi harimau penyebab konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari pengaruh buruk akibat penangkapan, maka diupayakan secepat mungkin harimau yang berhasil ditangkap dengan segera dilepaskan ke habitatnya tanpa penggunaan obat bius. Sampai dengan Bulan Juni Tahun 2005 telah berhasil dilepasliarkan kehabitatnya 4 (empat) ekor harimau bermasalah di Hutan Senepis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu tugas-tugas Departemen Kehutanan c.q Direktorat Jenderal PHKA dalam penanganan konflik harimau, Program Konservasi telah menyusun Rancangan Protokol Penanganan Konflik antara Harimau dengan Masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-7930821737989145122?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/7930821737989145122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=7930821737989145122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/7930821737989145122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/7930821737989145122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/harimau-sumatera-panthera-tigris.html' title='Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatraensis)'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-74145779529055112</id><published>2009-04-14T11:45:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T11:46:15.352+07:00</updated><title type='text'>Dampak Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;           &lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/hewan-punah.jpg" width="225" border="0" height="470" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;Perubahan Iklim      Membahayakan Kelangsungan Spesies Wilayah Tropis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Science menunjukkan bahwa hanya satu atau dua derajat pemanasan dapat menghilangkan spesies wilayah tropis. Ilmuwan dari Universitas Washington di AS telah menemukan bahwa flora dan fauna yang hidup di iklim tropis telah beradaptasi terhadap temperatur tertinggi yang dapat ditoleransi oleh mereka. Namun, sedikit saja kenaikan dalam pemanasan dapat menciptakan kondisi yang melampaui kemampuan spesies itu untuk beradaptasi. Para ilmuwan juga memperingatkan bahwa wilayah tropis mengandung mayoritas dari spesies dunia.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.cbc.ca/consumer/story/2008/05/05/polar-bears.html"&gt;     http://www.cbc.ca/consumer/story/2008/05/05/polar-bears.html&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;Keadaan      Rapuh dari Tanaman Obat Membahayakan Kesehatan Publik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Suatu penelitian internasional yang dilakukan oleh Perlindungan Kebun Raya Internasional menunjukkan bahwa kira-kira 400 tanaman obat menghadapi resiko punah karena efek perubahan iklim pada ekosistem dan juga praktik-praktik seperti pemungutan hasil panen dan penebangan hutan yang berlebihan. Spesies-spesies tanaman obat yang terancam saat ini termasuk magnolia,&lt;br /&gt;yang telah lama digunakan sebagai obat tradisionil China untuk kehilangan ingatan sehubungan dengan usia dan penyakit jantung. Lebih dari setengah resep obat dunia saat ini diambil dari tanaman. Selain itu mayoritas penduduk dunia tergantung dari obat-obatan berbasis tanaman. Pengarang laporan itu, Belinda Hawkins, menyatakan “Bukan suatu pernyataan yang berlebihan untuk mengatakan bahwa jika penurunan cepat dari spesies-spesies ini tidak dihentikan, maka hal ini dapat menurunkan stabilitas perawatan kesehatan global di masa mendatang.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://www.naturalnews.com/023402.html"&gt;     http://www.naturalnews.com/023402.html&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;Pemanasan      Global Mengakibatkan Migrasi Hewan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Penelitian telah menunjukkan bahwa 30 spesies reptil dan amfibi berpindah menuju tempat yang lebih tinggi ke ekosistem yang lebih dingin. Ahli biologi Christopher Raxworthy dari Museum Amerika untuk Sejarah Alam mengatakan bahwa pada akhirnya tidak ada lahan yang lebih tinggi yang tersedia. Dua spesies katak dan tokek sekarang berada dalam bahaya kepunahan.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/18/content_8393537.htm"&gt;     http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/18/content_8393537.htm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;     Perubahan Iklim dapat Membuat Spesies Burung Australia di Tepi Jurang      Kepunahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Dengan 10 spesies burung yang sudah punah dan 60 lainnya yang berada di ambang nasib yang sama. Profesor David Paton dari Unversitas Adelaide di Australia mengatakan, “Ada risiko nyata bahwa Anda akan kehilangan setengah spesies burung dari wilayah ini. Saya pikir itu adalah sesuatu yang tidak boleh ditolerir oleh masyarakat mana pun.” Profesor Paton merencanakan sebuah proyek berskala besar untuk menumbuhkan tanaman hingga 150.000 hektar di Gunung Lofty Ranges di Australia selatan yang akan melindungi flora dan fauna asli dari kepunahan. Diperkirakan bahwa pekerjaan ini membutuhkan minimum hampir US$19 juta untuk meluncurkan Inisiatif Pemulihan Hutan. Dr. Paton optimis bahwa kehilangan spesies yang bertambah dapat dihindari jika habitat yang cocok dan subur dipulihkan kembali.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2277949.htm?section=justin"&gt;     http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2277949.htm?section=justin&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;Ikan-ikan      Hiu Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Studi baru-baru ini yang dimuat dalam jurnal Pelestarian Biologi menyatakan bahwa populasi dari banyak spesies ikan hiu yang berkurang dengan cepat membuat para ilmuwan prihatin tentang dampaknya terhadap ekosistem laut secara keseluruhan. Kelompok-kelompok pelestarian menyerukan agar dilakukan langkah-langkah global untuk melindungi ikan hiu itu, bahkan beberapa jenis hampir lenyap sama sekali.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7446112.stm"&gt;     http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7446112.stm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;table id="table1" width="207" align="center" border="0" cellpadding="5"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td bg="" style="color: rgb(153, 204, 153);" width="201"&gt;         &lt;div align="justify"&gt;           &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/ikan-hiu.jpg" width="296" border="0" height="182" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;Spesies      Anjing Laut Pertama Kali Dideklarasikan Punah Akibat dari Kegiatan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Setelah tidak terlihat selama lebih dari 50 tahun, anjing laut di Karibia atau India Barat sekarang dinyatakan punah. Anjing laut subtropis yang pernah ditemukan secara berlimpah di Laut Karibia, Teluk Meksiko, dan sebelah barat Samudera Atlantik, pada dasarnya diburu sampai punah. Dua spesies berhubungan lainnya, anjing laut Mediteranian dan Hawai baru-baru ini terdaftar sebagai satwa yang terancam punah, dengan perlindungan intensif yang diperlukan untuk menghindari kepunahan mereka juga.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://www.ens-newswire.com/ens/jun2008/2008-06-09-02.asp"&gt;     http://www.ens-newswire.com/ens/jun2008/2008-06-09-02.asp&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;Naiknya      Kandungan CO2 di Atmosfer Mengganggu Kehidupan Laut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Para ilmuwan dari Universitas Plymouth di Inggris melakukan evaluasi dampak karbon dioksida yang diserap laut melalui sebuah studi di lubang CO2 alamiah yang ditemukan di Laut Mediterania. Studi tersebut menunjukkan bahwa di dekat lubang dasar laut ini, CO2 membuat air menjadi lebih asam dan mengakibatkan hilangnya keanekaragaman laut dalam perbandingan yang sama dengan pengasaman. Karena berkurangnya kalsium di air yang asam, kerangka keong menjadi hancur dan terumbu karang tidak dapat terbentuk. Dr. Carol Turley dari Laboratorium Laut Plymouth mengatakan, “Ini berarti satu-satunya cara untuk mengurangi pengasaman laut adalah dengan pengurangan emisi CO2 dalam jumlah yang besar."&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7437862.stm"&gt;     http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7437862.stm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;table id="table1" width="200" align="center" border="0" cellpadding="5"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td bg="" style="color: rgb(153, 204, 153);" width="199"&gt;         &lt;div align="justify"&gt;           &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/habitat-laut.jpg" width="189" border="0" height="281" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;     Hari Lautan Sedunia Menawarkan Kesempatan untuk Melindungi Lautan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Untuk menghormati hari tersebut yang dirayakan secara informal oleh PBB dan organisasi-organisasi lain pada tanggal 8 Juni, Badan Pelestarian Alam yang berbasis di AS telah mengeluarkan daftar perubahan sederhana yang bisa dilakukan orang untuk merawat lautan dunia yang rapuh dengan lebih baik. Daftar paling atas adalah meminimalkan pemakaian plastik dengan beralih ke&lt;br /&gt;produk yang bisa dipakai ulang seperti tas belanja kain. Perubahan yang lain adalah membuang bahan kimia dengan benar dan tidak menuangnya ke dalam saluran air karena mereka bisa mengalir langsung ke sungai dan laut.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://www.prweb.com/releases/nature_conservancy/world_ocean_day/prweb1000324.htm"&gt;     http://www.prweb.com/releases/nature_conservancy/world_ocean_day/prweb1000324.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;Populasi      Ikan Dunia Menyusut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Organisasi Pangan dan Pertanian PBB menyatakan bahwa 75% dari semua spesies ikan komersial telah ditangkap secara berlebihan. Callum Roberts, profesor konservasi laut di Universitas York, Inggris, serta para ilmuwan lainnya, mengatakan bahwa penangkapan ikan berskala industri sejak 90 tahun yang lalu telah menyebabkan bukan hanya hilangnya ikan, tetapi seluruh rantai makanan biologis. Dr. Roberts menyarankan penetapan segera area perlindungan permanen&lt;br /&gt;   di seluruh lautan di dunia, untuk memungkinkan pemulihan ikan sebelum      terlalu terlambat.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.guardian.co.uk/environment/2008/may/11/fishing.food"&gt;     http://www.guardian.co.uk/environment/2008/may/11/fishing.food&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;Perubahan      Perilaku Burung Berhubungan dengan Perubahan Iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Para peneliti Universitas Oxford di Inggris menemukan bahwa burung gelatik batu sekarang bertelur kira-kira 2 minggu lebih awal daripada setengah abad yang lalu, sebagai penyesuaian terhadap pemanasan global. Sementara itu, terlihatnya dua burung tropis di dekat Pulau Po Toi di bagian paling selatan Hong Kong, untuk yang pertama kalinya, juga disebabkan oleh temperatur yang lebih hangat. Ketua Lembaga Pemantau Burung Hong Kong, Cheung Ho-fai mengatakan, “Burung-burung sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan mengamati mereka adalah cara yang baik untuk memahami perubahan-perubahan.”&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.earthtimes.org/articles/show/204511,global-warming-brings-tropical-birds-to-hong-kong-watchers-say.html"&gt;     http://www.earthtimes.org/articles/show/204511,global-warming-brings-tropical-birds-to-hong-kong-watchers-say.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(78, 163, 0);"&gt;Perubahan      Iklim dan Polusi Mempengaruhi Burung-burung di Seluruh Dunia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) berkata pada hari Selasa bahwa penurunan secara keseluruhan jumlah burung yang bermigrasi adalah tanda bahaya adanya perubahan dalam keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Burung-burung amat sensitif terhadap perubahan iklim dan karena itu bisa menjadi indikator yang tepat akan perubahan pola iklim. Burung-burung air seperti pinguin secara khusus rentan terharap efek perubahan iklim. Heidi Geisz, ahli biologi laut di Institut Ilmu Laut Virginia di AS, telah menemukan pestisida terlarang DDT dalam badan pinguin Adélie. Diperkirakan bahwa zat tersebut terperangkap dalam lapisan es pada tahun 1960 ketika DDT diproduksi dan sekarang terlepas karena perubahan iklim.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.telegraph.co.uk/earth/main.jhtml?xml=/earth/2008/05/08/eatoxic108.xml"&gt;     http://www.telegraph.co.uk/earth/main.jhtml?xml=/earth/2008/05/08/eatoxic108.xml&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: rgb(102, 153, 0);"&gt;Para      pembuat Undang-Undang AS mulai memperhatikan lautan dan perubahan iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;Sebuah simposium 3-hari di Washington, DC, berakhir tanggal 5 Juni, dimana ilmuwan-ilmuwan terkemuka, konsultan-konsultan pelestarian lingkungan, dan para pembuat kebijakan AS membicarakan keprihatiaan mengenai dampak pemanasan global terhadap lautan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204); font-weight: 700;"&gt;Dr. Lara Hansen, Chief      Scientist, World Wildlife Fund International Climate Change Programme:     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita terus menambah emisi CO2 kita secara global. Kita perlu menguranginya, idealnya sebesar 90 persen lebih karena masalah-masalah seperti laut yang semakin bersifat asam akan terus terjadi selama lautan terus menyerap CO2 dari atmosfer. Para ahli Dana Margasatwa Dunia mengatakan bahwa kehidupan laut belum pernah berada dalam keadaan rentan seperti saat ini. Mereka menunjuk dampak besar terhadap populasi hewan yang tergantung dari lautan seperti beruang kutub dan singa laut. Topik lain yang diangkat dalam simposium itu mulai dari terumbu karang sampai dengan sampah dan adaptasi makhluk laut. Salah satu diskusi panel berfokus pada hubungan antara lautan dan kesehatan manusia. Dr. Paul Sandifer dan Senator John Kerry adalah dua orang yang ikut dalam diskusi ini. Dialong disimpulkan dengan langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan oleh individu untuk membantu melindungi perairan di Bumi agar kehidupan&lt;br /&gt;   semua spesies terjamin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;     &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204); font-weight: 700;"&gt;Dr. Paul Sandifer, Senior      Scientist, National Oceanic and Atmospheric Administration, USA: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat bertindak dengan hati-hati saat memakai dan membuang bahan-bahan kimia kita, juga pemakaian bahan kimia yang umum dalam rumah tangga, semua yang bisa dibawa air dari halaman, hutan, dan ladang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 130%;"&gt;     &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;b&gt;Senator John Kerry,      Democratic Party – Massachusetts, USA:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;Orang awam bisa melakukan berbagai hal. Buatlah pilihan yang cerdas untuk jenis produk yang mereka beli. Belajarlah sendiri dari internet mengenai produk-produk hijau dan berbagai hal yang bisa dilakukan. Kurangi mengemudi, mengemudilah lebih efisien, gantilah lampu pijar, perbaikilah efisiensi energi di rumah, jadilah lebih peduli dengan jejak karbon, dengan satu atau lain cara, dan hormatilah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-74145779529055112?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/74145779529055112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=74145779529055112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/74145779529055112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/74145779529055112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/dampak-perubahan-iklim-terhadap-flora_8727.html' title='Dampak Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-5993641190689290948</id><published>2009-04-14T11:43:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T11:44:38.875+07:00</updated><title type='text'>Dampak Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna</title><content type='html'>&lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;     &lt;b&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;Perubahan Iklim      Membahayakan Kelangsungan Spesies Wilayah Tropis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy      of Science menunjukkan bahwa hanya satu atau dua derajat pemanasan dapat      menghilangkan spesies wilayah tropis. Ilmuwan dari Universitas Washington di      AS telah menemukan bahwa flora dan fauna yang hidup di iklim tropis telah      beradaptasi terhadap temperatur tertinggi yang dapat ditoleransi oleh      mereka. Namun, sedikit saja kenaikan dalam pemanasan dapat menciptakan      kondisi yang melampaui kemampuan spesies itu untuk beradaptasi. Para ilmuwan      juga memperingatkan bahwa wilayah tropis mengandung mayoritas dari spesies      dunia.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.cbc.ca/consumer/story/2008/05/05/polar-bears.html"&gt;     http://www.cbc.ca/consumer/story/2008/05/05/polar-bears.html&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Keadaan      Rapuh dari Tanaman Obat Membahayakan Kesehatan Publik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Suatu penelitian      internasional yang dilakukan oleh Perlindungan Kebun Raya Internasional      menunjukkan bahwa kira-kira 400 tanaman obat menghadapi resiko punah karena      efek perubahan iklim pada ekosistem dan juga praktik-praktik seperti      pemungutan hasil panen dan penebangan hutan yang berlebihan. Spesies-spesies      tanaman obat yang terancam saat ini termasuk magnolia,&lt;br /&gt;    yang telah lama digunakan sebagai obat tradisionil China untuk kehilangan      ingatan sehubungan dengan usia dan penyakit jantung. Lebih dari setengah      resep obat dunia saat ini diambil dari tanaman. Selain itu mayoritas      penduduk dunia tergantung dari obat-obatan berbasis tanaman. Pengarang      laporan itu, Belinda Hawkins, menyatakan “Bukan suatu pernyataan yang      berlebihan untuk mengatakan bahwa jika penurunan cepat dari spesies-spesies      ini tidak dihentikan, maka hal ini dapat menurunkan stabilitas perawatan      kesehatan global di masa mendatang.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://www.naturalnews.com/023402.html"&gt;     http://www.naturalnews.com/023402.html&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Pemanasan      Global Mengakibatkan Migrasi Hewan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Penelitian telah      menunjukkan bahwa 30 spesies reptil dan amfibi berpindah menuju tempat yang      lebih tinggi ke ekosistem yang lebih dingin. Ahli biologi Christopher      Raxworthy dari Museum Amerika untuk Sejarah Alam mengatakan bahwa pada      akhirnya tidak ada lahan yang lebih tinggi yang tersedia. Dua spesies katak      dan tokek sekarang berada dalam bahaya kepunahan.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/18/content_8393537.htm"&gt;     http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/18/content_8393537.htm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;     Perubahan Iklim dapat Membuat Spesies Burung Australia di Tepi Jurang      Kepunahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Dengan 10 spesies      burung yang sudah punah dan 60 lainnya yang berada di ambang nasib yang      sama. Profesor David Paton dari Unversitas Adelaide di Australia mengatakan,      “Ada risiko nyata bahwa Anda akan kehilangan setengah spesies burung dari      wilayah ini. Saya pikir itu adalah sesuatu yang tidak boleh ditolerir oleh      masyarakat mana pun.” Profesor Paton merencanakan sebuah proyek berskala      besar untuk menumbuhkan tanaman hingga 150.000 hektar di Gunung Lofty Ranges      di Australia selatan yang akan melindungi flora dan fauna asli  dari      kepunahan. Diperkirakan bahwa pekerjaan ini membutuhkan minimum hampir US$19      juta untuk meluncurkan Inisiatif Pemulihan Hutan. Dr. Paton optimis bahwa      kehilangan spesies yang bertambah dapat dihindari jika habitat yang cocok      dan subur dipulihkan kembali.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2277949.htm?section=justin"&gt;     http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2277949.htm?section=justin&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Ikan-ikan      Hiu Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Studi baru-baru ini yang      dimuat dalam jurnal Pelestarian Biologi menyatakan bahwa populasi dari      banyak spesies ikan hiu yang berkurang dengan cepat membuat para ilmuwan      prihatin tentang dampaknya terhadap ekosistem laut secara keseluruhan.      Kelompok-kelompok pelestarian menyerukan agar dilakukan langkah-langkah      global untuk melindungi ikan hiu itu, bahkan beberapa jenis hampir lenyap      sama sekali.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7446112.stm"&gt;     http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7446112.stm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;table id="table1" width="207" align="center" border="0" cellpadding="5"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="201" bg style="color:#99cc99;"&gt;         &lt;div align="justify"&gt;           &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/ikan-hiu.jpg" width="296" border="0" height="182" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Spesies      Anjing Laut Pertama Kali Dideklarasikan Punah Akibat dari Kegiatan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Setelah tidak terlihat      selama lebih dari 50 tahun, anjing laut di Karibia atau India Barat sekarang      dinyatakan punah. Anjing laut subtropis yang pernah ditemukan secara      berlimpah di Laut Karibia, Teluk Meksiko, dan sebelah barat Samudera      Atlantik, pada dasarnya diburu sampai punah. Dua spesies berhubungan      lainnya, anjing laut Mediteranian dan Hawai baru-baru ini terdaftar sebagai      satwa yang terancam punah, dengan perlindungan intensif yang diperlukan      untuk menghindari kepunahan mereka juga.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://www.ens-newswire.com/ens/jun2008/2008-06-09-02.asp"&gt;     http://www.ens-newswire.com/ens/jun2008/2008-06-09-02.asp&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Naiknya      Kandungan CO2 di Atmosfer Mengganggu Kehidupan Laut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Para ilmuwan dari      Universitas Plymouth di Inggris melakukan evaluasi dampak karbon dioksida      yang diserap laut melalui sebuah studi di lubang CO2 alamiah yang ditemukan      di Laut Mediterania. Studi tersebut menunjukkan bahwa di dekat lubang dasar      laut ini, CO2 membuat air menjadi lebih asam dan mengakibatkan hilangnya      keanekaragaman laut dalam perbandingan yang sama dengan pengasaman. Karena      berkurangnya kalsium di air yang asam, kerangka keong menjadi hancur dan      terumbu karang tidak dapat terbentuk. Dr. Carol Turley dari Laboratorium      Laut Plymouth mengatakan, “Ini berarti satu-satunya cara untuk mengurangi       pengasaman laut adalah dengan pengurangan emisi CO2 dalam jumlah yang      besar."&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7437862.stm"&gt;     http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7437862.stm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;table id="table1" width="200" align="center" border="0" cellpadding="5"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="199" bg style="color:#99cc99;"&gt;         &lt;div align="justify"&gt;           &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/habitat-laut.jpg" width="189" border="0" height="281" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;     Hari Lautan Sedunia Menawarkan Kesempatan untuk Melindungi Lautan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Untuk menghormati      hari tersebut yang dirayakan secara informal oleh PBB dan      organisasi-organisasi lain pada tanggal 8 Juni, Badan Pelestarian Alam yang      berbasis di AS telah mengeluarkan daftar perubahan sederhana yang bisa      dilakukan orang untuk merawat lautan dunia yang rapuh dengan lebih baik.      Daftar paling atas adalah meminimalkan pemakaian plastik dengan beralih ke&lt;br /&gt;    produk yang bisa dipakai ulang seperti tas belanja kain. Perubahan yang lain      adalah membuang bahan kimia dengan benar dan tidak menuangnya ke dalam      saluran air karena mereka bisa mengalir langsung ke sungai dan laut.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://www.prweb.com/releases/nature_conservancy/world_ocean_day/prweb1000324.htm"&gt;     http://www.prweb.com/releases/nature_conservancy/world_ocean_day/prweb1000324.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Populasi      Ikan Dunia Menyusut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Organisasi Pangan dan      Pertanian PBB menyatakan bahwa 75% dari semua spesies ikan komersial telah      ditangkap secara berlebihan. Callum Roberts, profesor konservasi laut di      Universitas York, Inggris, serta para ilmuwan lainnya, mengatakan bahwa      penangkapan ikan berskala industri sejak 90 tahun yang lalu telah      menyebabkan bukan hanya hilangnya ikan, tetapi seluruh rantai makanan      biologis. Dr. Roberts menyarankan penetapan segera area perlindungan      permanen&lt;br /&gt;    di seluruh lautan di dunia, untuk memungkinkan pemulihan ikan sebelum      terlalu terlambat.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.guardian.co.uk/environment/2008/may/11/fishing.food"&gt;     http://www.guardian.co.uk/environment/2008/may/11/fishing.food&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Perubahan      Perilaku Burung Berhubungan dengan Perubahan Iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Para peneliti      Universitas Oxford di Inggris menemukan bahwa burung gelatik batu sekarang      bertelur kira-kira 2 minggu lebih awal daripada setengah abad yang lalu,      sebagai penyesuaian terhadap pemanasan global. Sementara itu, terlihatnya      dua burung tropis di dekat Pulau Po Toi di bagian paling selatan Hong Kong,      untuk yang pertama kalinya, juga disebabkan oleh temperatur yang lebih      hangat. Ketua Lembaga Pemantau Burung Hong Kong, Cheung Ho-fai mengatakan,      “Burung-burung sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan mengamati mereka      adalah cara yang baik untuk memahami perubahan-perubahan.”&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.earthtimes.org/articles/show/204511,global-warming-brings-tropical-birds-to-hong-kong-watchers-say.html"&gt;     http://www.earthtimes.org/articles/show/204511,global-warming-brings-tropical-birds-to-hong-kong-watchers-say.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Perubahan      Iklim dan Polusi Mempengaruhi Burung-burung di Seluruh Dunia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Program Lingkungan      Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) berkata pada hari Selasa bahwa penurunan      secara keseluruhan jumlah burung yang bermigrasi adalah tanda bahaya adanya      perubahan dalam keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Burung-burung amat      sensitif terhadap perubahan iklim dan karena itu bisa menjadi indikator yang      tepat akan perubahan pola iklim. Burung-burung air seperti pinguin secara      khusus rentan terharap efek perubahan iklim. Heidi Geisz, ahli biologi laut      di Institut Ilmu Laut Virginia di AS, telah menemukan pestisida terlarang      DDT dalam badan pinguin Adélie. Diperkirakan bahwa zat tersebut terperangkap      dalam lapisan es pada tahun 1960 ketika DDT diproduksi dan sekarang terlepas      karena perubahan iklim.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.telegraph.co.uk/earth/main.jhtml?xml=/earth/2008/05/08/eatoxic108.xml"&gt;     http://www.telegraph.co.uk/earth/main.jhtml?xml=/earth/2008/05/08/eatoxic108.xml&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#669900;"&gt;Para      pembuat Undang-Undang AS mulai memperhatikan lautan dan perubahan iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Sebuah simposium 3-hari      di Washington, DC, berakhir tanggal 5 Juni, dimana ilmuwan-ilmuwan      terkemuka, konsultan-konsultan pelestarian lingkungan, dan para pembuat      kebijakan AS membicarakan keprihatiaan mengenai dampak pemanasan global      terhadap lautan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204); font-weight: 700;"&gt;Dr. Lara Hansen, Chief      Scientist, World Wildlife Fund International Climate Change Programme:     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Kita terus menambah emisi CO2 kita secara global. Kita perlu menguranginya,      idealnya sebesar 90 persen lebih karena masalah-masalah seperti laut yang      semakin bersifat asam akan terus terjadi selama lautan terus menyerap CO2      dari atmosfer. Para ahli Dana Margasatwa Dunia mengatakan bahwa kehidupan      laut belum pernah berada dalam keadaan rentan seperti saat ini. Mereka      menunjuk dampak besar terhadap populasi hewan yang tergantung dari lautan      seperti beruang kutub dan singa laut. Topik lain yang diangkat dalam      simposium itu mulai dari terumbu karang sampai dengan sampah dan adaptasi      makhluk laut. Salah satu diskusi panel berfokus pada hubungan antara lautan      dan kesehatan manusia. Dr. Paul Sandifer dan Senator John Kerry adalah dua      orang yang ikut dalam diskusi ini. Dialong disimpulkan dengan      langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan oleh individu untuk membantu      melindungi perairan di Bumi agar kehidupan&lt;br /&gt;    semua spesies terjamin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;     &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204); font-weight: 700;"&gt;Dr. Paul Sandifer, Senior      Scientist, National Oceanic and Atmospheric Administration, USA: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Kita dapat bertindak dengan hati-hati saat memakai dan membuang bahan-bahan      kimia kita, juga pemakaian bahan kimia yang umum dalam rumah tangga, semua      yang bisa dibawa air dari halaman, hutan, dan ladang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;     &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;b&gt;Senator John Kerry,      Democratic Party – Massachusetts, USA:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;Orang awam bisa melakukan berbagai hal. Buatlah pilihan yang cerdas      untuk jenis produk yang mereka beli. Belajarlah sendiri dari internet      mengenai produk-produk hijau dan berbagai hal yang bisa dilakukan. Kurangi      mengemudi, mengemudilah lebih efisien, gantilah lampu pijar, perbaikilah      efisiensi energi di rumah, jadilah lebih peduli dengan jejak karbon, dengan      satu atau lain cara, dan hormatilah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-5993641190689290948?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/5993641190689290948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=5993641190689290948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/5993641190689290948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/5993641190689290948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/dampak-perubahan-iklim-terhadap-flora_2457.html' title='Dampak Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-6244802136899603873</id><published>2009-04-14T11:40:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T11:42:51.169+07:00</updated><title type='text'>Dampak Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna</title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/hewan-punah.jpg" width="225" border="0" height="470" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                          &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;     &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;Perubahan Iklim      Membahayakan Kelangsungan Spesies Wilayah Tropis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy      of Science menunjukkan bahwa hanya satu atau dua derajat pemanasan dapat      menghilangkan spesies wilayah tropis. Ilmuwan dari Universitas Washington di      AS telah menemukan bahwa flora dan fauna yang hidup di iklim tropis telah      beradaptasi terhadap temperatur tertinggi yang dapat ditoleransi oleh      mereka. Namun, sedikit saja kenaikan dalam pemanasan dapat menciptakan      kondisi yang melampaui kemampuan spesies itu untuk beradaptasi. Para ilmuwan      juga memperingatkan bahwa wilayah tropis mengandung mayoritas dari spesies      dunia.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;font-family:Garamond;"  lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.cbc.ca/consumer/story/2008/05/05/polar-bears.html"&gt;     http://www.cbc.ca/consumer/story/2008/05/05/polar-bears.html&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Keadaan      Rapuh dari Tanaman Obat Membahayakan Kesehatan Publik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Suatu penelitian      internasional yang dilakukan oleh Perlindungan Kebun Raya Internasional      menunjukkan bahwa kira-kira 400 tanaman obat menghadapi resiko punah karena      efek perubahan iklim pada ekosistem dan juga praktik-praktik seperti      pemungutan hasil panen dan penebangan hutan yang berlebihan. Spesies-spesies      tanaman obat yang terancam saat ini termasuk magnolia,&lt;br /&gt;   yang telah lama digunakan sebagai obat tradisionil China untuk kehilangan      ingatan sehubungan dengan usia dan penyakit jantung. Lebih dari setengah      resep obat dunia saat ini diambil dari tanaman. Selain itu mayoritas      penduduk dunia tergantung dari obat-obatan berbasis tanaman. Pengarang      laporan itu, Belinda Hawkins, menyatakan “Bukan suatu pernyataan yang      berlebihan untuk mengatakan bahwa jika penurunan cepat dari spesies-spesies      ini tidak dihentikan, maka hal ini dapat menurunkan stabilitas perawatan      kesehatan global di masa mendatang.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://www.naturalnews.com/023402.html"&gt;     http://www.naturalnews.com/023402.html&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Pemanasan      Global Mengakibatkan Migrasi Hewan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Penelitian telah      menunjukkan bahwa 30 spesies reptil dan amfibi berpindah menuju tempat yang      lebih tinggi ke ekosistem yang lebih dingin. Ahli biologi Christopher      Raxworthy dari Museum Amerika untuk Sejarah Alam mengatakan bahwa pada      akhirnya tidak ada lahan yang lebih tinggi yang tersedia. Dua spesies katak      dan tokek sekarang berada dalam bahaya kepunahan.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/18/content_8393537.htm"&gt;     http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/18/content_8393537.htm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;     Perubahan Iklim dapat Membuat Spesies Burung Australia di Tepi Jurang      Kepunahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Dengan 10 spesies      burung yang sudah punah dan 60 lainnya yang berada di ambang nasib yang      sama. Profesor David Paton dari Unversitas Adelaide di Australia mengatakan,      “Ada risiko nyata bahwa Anda akan kehilangan setengah spesies burung dari      wilayah ini. Saya pikir itu adalah sesuatu yang tidak boleh ditolerir oleh      masyarakat mana pun.” Profesor Paton merencanakan sebuah proyek berskala      besar untuk menumbuhkan tanaman hingga 150.000 hektar di Gunung Lofty Ranges      di Australia selatan yang akan melindungi flora dan fauna asli  dari      kepunahan. Diperkirakan bahwa pekerjaan ini membutuhkan minimum hampir US$19      juta untuk meluncurkan Inisiatif Pemulihan Hutan. Dr. Paton optimis bahwa      kehilangan spesies yang bertambah dapat dihindari jika habitat yang cocok      dan subur dipulihkan kembali.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2277949.htm?section=justin"&gt;     http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2277949.htm?section=justin&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Ikan-ikan      Hiu Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Studi baru-baru ini yang      dimuat dalam jurnal Pelestarian Biologi menyatakan bahwa populasi dari      banyak spesies ikan hiu yang berkurang dengan cepat membuat para ilmuwan      prihatin tentang dampaknya terhadap ekosistem laut secara keseluruhan.      Kelompok-kelompok pelestarian menyerukan agar dilakukan langkah-langkah      global untuk melindungi ikan hiu itu, bahkan beberapa jenis hampir lenyap      sama sekali.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7446112.stm"&gt;     http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7446112.stm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;table style="font-weight: bold;" id="table1" width="207" align="center" border="0" cellpadding="5"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td bg="" style="color: rgb(153, 204, 153);" width="201"&gt;         &lt;div align="justify"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/ikan-hiu.jpg" width="296" border="0" height="182" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Spesies      Anjing Laut Pertama Kali Dideklarasikan Punah Akibat dari Kegiatan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Setelah tidak terlihat      selama lebih dari 50 tahun, anjing laut di Karibia atau India Barat sekarang      dinyatakan punah. Anjing laut subtropis yang pernah ditemukan secara      berlimpah di Laut Karibia, Teluk Meksiko, dan sebelah barat Samudera      Atlantik, pada dasarnya diburu sampai punah. Dua spesies berhubungan      lainnya, anjing laut Mediteranian dan Hawai baru-baru ini terdaftar sebagai      satwa yang terancam punah, dengan perlindungan intensif yang diperlukan      untuk menghindari kepunahan mereka juga.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://www.ens-newswire.com/ens/jun2008/2008-06-09-02.asp"&gt;     http://www.ens-newswire.com/ens/jun2008/2008-06-09-02.asp&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Naiknya      Kandungan CO2 di Atmosfer Mengganggu Kehidupan Laut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Para ilmuwan dari      Universitas Plymouth di Inggris melakukan evaluasi dampak karbon dioksida      yang diserap laut melalui sebuah studi di lubang CO2 alamiah yang ditemukan      di Laut Mediterania. Studi tersebut menunjukkan bahwa di dekat lubang dasar      laut ini, CO2 membuat air menjadi lebih asam dan mengakibatkan hilangnya      keanekaragaman laut dalam perbandingan yang sama dengan pengasaman. Karena      berkurangnya kalsium di air yang asam, kerangka keong menjadi hancur dan      terumbu karang tidak dapat terbentuk. Dr. Carol Turley dari Laboratorium      Laut Plymouth mengatakan, “Ini berarti satu-satunya cara untuk mengurangi       pengasaman laut adalah dengan pengurangan emisi CO2 dalam jumlah yang      besar."&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7437862.stm"&gt;     http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7437862.stm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;table style="font-weight: bold;" id="table1" width="200" align="center" border="0" cellpadding="5"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td bg="" style="color: rgb(153, 204, 153);" width="199"&gt;         &lt;div align="justify"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/habitat-laut.jpg" width="189" border="0" height="281" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;     Hari Lautan Sedunia Menawarkan Kesempatan untuk Melindungi Lautan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Untuk menghormati      hari tersebut yang dirayakan secara informal oleh PBB dan      organisasi-organisasi lain pada tanggal 8 Juni, Badan Pelestarian Alam yang      berbasis di AS telah mengeluarkan daftar perubahan sederhana yang bisa      dilakukan orang untuk merawat lautan dunia yang rapuh dengan lebih baik.      Daftar paling atas adalah meminimalkan pemakaian plastik dengan beralih ke&lt;br /&gt;   produk yang bisa dipakai ulang seperti tas belanja kain. Perubahan yang lain      adalah membuang bahan kimia dengan benar dan tidak menuangnya ke dalam      saluran air karena mereka bisa mengalir langsung ke sungai dan laut.&lt;br /&gt;   &lt;a target="_blank" href="http://www.prweb.com/releases/nature_conservancy/world_ocean_day/prweb1000324.htm"&gt;     http://www.prweb.com/releases/nature_conservancy/world_ocean_day/prweb1000324.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Populasi      Ikan Dunia Menyusut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Organisasi Pangan dan      Pertanian PBB menyatakan bahwa 75% dari semua spesies ikan komersial telah      ditangkap secara berlebihan. Callum Roberts, profesor konservasi laut di      Universitas York, Inggris, serta para ilmuwan lainnya, mengatakan bahwa      penangkapan ikan berskala industri sejak 90 tahun yang lalu telah      menyebabkan bukan hanya hilangnya ikan, tetapi seluruh rantai makanan      biologis. Dr. Roberts menyarankan penetapan segera area perlindungan      permanen&lt;br /&gt;   di seluruh lautan di dunia, untuk memungkinkan pemulihan ikan sebelum      terlalu terlambat.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;font-family:Garamond;"  lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.guardian.co.uk/environment/2008/may/11/fishing.food"&gt;     http://www.guardian.co.uk/environment/2008/may/11/fishing.food&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Perubahan      Perilaku Burung Berhubungan dengan Perubahan Iklim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Para peneliti      Universitas Oxford di Inggris menemukan bahwa burung gelatik batu sekarang      bertelur kira-kira 2 minggu lebih awal daripada setengah abad yang lalu,      sebagai penyesuaian terhadap pemanasan global. Sementara itu, terlihatnya      dua burung tropis di dekat Pulau Po Toi di bagian paling selatan Hong Kong,      untuk yang pertama kalinya, juga disebabkan oleh temperatur yang lebih      hangat. Ketua Lembaga Pemantau Burung Hong Kong, Cheung Ho-fai mengatakan,      “Burung-burung sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan mengamati mereka      adalah cara yang baik untuk memahami perubahan-perubahan.”&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;font-family:Garamond;"  lang="EN-US"&gt;     &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.earthtimes.org/articles/show/204511,global-warming-brings-tropical-birds-to-hong-kong-watchers-say.html"&gt;     http://www.earthtimes.org/articles/show/204511,global-warming-brings-tropical-birds-to-hong-kong-watchers-say.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(78, 163, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Perubahan      Iklim dan Polusi Mempengaruhi Burung-burung di Seluruh Dunia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Program Lingkungan      Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) berkata pada hari Selasa bahwa penurunan      secara keseluruhan jumlah burung yang bermigrasi adalah tanda bahaya adanya      perubahan dalam keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Burung-burung amat      sensitif terhadap perubahan iklim dan karena itu bisa menjadi indikator yang      tepat akan perubahan pola iklim. Burung-burung air seperti pinguin secara      khusus rentan terharap efek perubahan iklim. Heidi Geisz, ahli biologi laut      di Institut Ilmu Laut Virginia di AS, telah menemukan pestisida terlarang      DDT dalam badan pinguin Adélie. Diperkirakan bahwa zat tersebut terperangkap      dalam lapisan es pada tahun 1960 ketika DDT diproduksi dan sekarang terlepas      karena perubahan iklim.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;font-family:Garamond;"  lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.telegraph.co.uk/earth/main.jhtml?xml=/earth/2008/05/08/eatoxic108.xml"&gt;     http://www.telegraph.co.uk/earth/main.jhtml?xml=/earth/2008/05/08/eatoxic108.xml&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 153, 0);font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Para      pembuat Undang-Undang AS mulai memperhatikan lautan dan perubahan iklim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Sebuah simposium 3-hari      di Washington, DC, berakhir tanggal 5 Juni, dimana ilmuwan-ilmuwan      terkemuka, konsultan-konsultan pelestarian lingkungan, dan para pembuat      kebijakan AS membicarakan keprihatiaan mengenai dampak pemanasan global      terhadap lautan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Dr. Lara Hansen, Chief      Scientist, World Wildlife Fund International Climate Change Programme:     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Kita terus menambah emisi CO2 kita secara global. Kita perlu menguranginya,      idealnya sebesar 90 persen lebih karena masalah-masalah seperti laut yang      semakin bersifat asam akan terus terjadi selama lautan terus menyerap CO2      dari atmosfer. Para ahli Dana Margasatwa Dunia mengatakan bahwa kehidupan      laut belum pernah berada dalam keadaan rentan seperti saat ini. Mereka      menunjuk dampak besar terhadap populasi hewan yang tergantung dari lautan      seperti beruang kutub dan singa laut. Topik lain yang diangkat dalam      simposium itu mulai dari terumbu karang sampai dengan sampah dan adaptasi      makhluk laut. Salah satu diskusi panel berfokus pada hubungan antara lautan      dan kesehatan manusia. Dr. Paul Sandifer dan Senator John Kerry adalah dua      orang yang ikut dalam diskusi ini. Dialong disimpulkan dengan      langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan oleh individu untuk membantu      melindungi perairan di Bumi agar kehidupan&lt;br /&gt;   semua spesies terjamin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;     &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Dr. Paul Sandifer, Senior      Scientist, National Oceanic and Atmospheric Administration, USA: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Kita dapat bertindak dengan hati-hati saat memakai dan membuang bahan-bahan      kimia kita, juga pemakaian bahan kimia yang umum dalam rumah tangga, semua      yang bisa dibawa air dari halaman, hutan, dan ladang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;     &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Senator John Kerry,      Democratic Party – Massachusetts, USA:&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;Orang awam bisa melakukan berbagai hal. Buatlah pilihan yang cerdas      untuk jenis produk yang mereka beli. Belajarlah sendiri dari internet      mengenai produk-produk hijau dan berbagai hal yang bisa dilakukan. Kurangi      mengemudi, mengemudilah lebih efisien, gantilah lampu pijar, perbaikilah      efisiensi energi di rumah, jadilah lebih peduli dengan jejak karbon, dengan      satu atau lain cara, dan hormatilah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-6244802136899603873?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/6244802136899603873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=6244802136899603873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/6244802136899603873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/6244802136899603873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/dampak-perubahan-iklim-terhadap-flora_14.html' title='Dampak Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-2400001820959768564</id><published>2009-04-14T11:37:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T11:39:12.320+07:00</updated><title type='text'>Dampak Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;           &lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/hewan-punah.jpg" width="225" border="0" height="470" /&gt;&lt;/div&gt;                          &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;     &lt;b&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;Perubahan Iklim      Membahayakan Kelangsungan Spesies Wilayah Tropis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy      of Science menunjukkan bahwa hanya satu atau dua derajat pemanasan dapat      menghilangkan spesies wilayah tropis. Ilmuwan dari Universitas Washington di      AS telah menemukan bahwa flora dan fauna yang hidup di iklim tropis telah      beradaptasi terhadap temperatur tertinggi yang dapat ditoleransi oleh      mereka. Namun, sedikit saja kenaikan dalam pemanasan dapat menciptakan      kondisi yang melampaui kemampuan spesies itu untuk beradaptasi. Para ilmuwan      juga memperingatkan bahwa wilayah tropis mengandung mayoritas dari spesies      dunia.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.cbc.ca/consumer/story/2008/05/05/polar-bears.html"&gt;     http://www.cbc.ca/consumer/story/2008/05/05/polar-bears.html&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Keadaan      Rapuh dari Tanaman Obat Membahayakan Kesehatan Publik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Suatu penelitian      internasional yang dilakukan oleh Perlindungan Kebun Raya Internasional      menunjukkan bahwa kira-kira 400 tanaman obat menghadapi resiko punah karena      efek perubahan iklim pada ekosistem dan juga praktik-praktik seperti      pemungutan hasil panen dan penebangan hutan yang berlebihan. Spesies-spesies      tanaman obat yang terancam saat ini termasuk magnolia,&lt;br /&gt;    yang telah lama digunakan sebagai obat tradisionil China untuk kehilangan      ingatan sehubungan dengan usia dan penyakit jantung. Lebih dari setengah      resep obat dunia saat ini diambil dari tanaman. Selain itu mayoritas      penduduk dunia tergantung dari obat-obatan berbasis tanaman. Pengarang      laporan itu, Belinda Hawkins, menyatakan “Bukan suatu pernyataan yang      berlebihan untuk mengatakan bahwa jika penurunan cepat dari spesies-spesies      ini tidak dihentikan, maka hal ini dapat menurunkan stabilitas perawatan      kesehatan global di masa mendatang.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://www.naturalnews.com/023402.html"&gt;     http://www.naturalnews.com/023402.html&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Pemanasan      Global Mengakibatkan Migrasi Hewan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Penelitian telah      menunjukkan bahwa 30 spesies reptil dan amfibi berpindah menuju tempat yang      lebih tinggi ke ekosistem yang lebih dingin. Ahli biologi Christopher      Raxworthy dari Museum Amerika untuk Sejarah Alam mengatakan bahwa pada      akhirnya tidak ada lahan yang lebih tinggi yang tersedia. Dua spesies katak      dan tokek sekarang berada dalam bahaya kepunahan.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/18/content_8393537.htm"&gt;     http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/18/content_8393537.htm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;     Perubahan Iklim dapat Membuat Spesies Burung Australia di Tepi Jurang      Kepunahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dengan 10 spesies      burung yang sudah punah dan 60 lainnya yang berada di ambang nasib yang      sama. Profesor David Paton dari Unversitas Adelaide di Australia mengatakan,      “Ada risiko nyata bahwa Anda akan kehilangan setengah spesies burung dari      wilayah ini. Saya pikir itu adalah sesuatu yang tidak boleh ditolerir oleh      masyarakat mana pun.” Profesor Paton merencanakan sebuah proyek berskala      besar untuk menumbuhkan tanaman hingga 150.000 hektar di Gunung Lofty Ranges      di Australia selatan yang akan melindungi flora dan fauna asli  dari      kepunahan. Diperkirakan bahwa pekerjaan ini membutuhkan minimum hampir US$19      juta untuk meluncurkan Inisiatif Pemulihan Hutan. Dr. Paton optimis bahwa      kehilangan spesies yang bertambah dapat dihindari jika habitat yang cocok      dan subur dipulihkan kembali.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2277949.htm?section=justin"&gt;     http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2277949.htm?section=justin&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Ikan-ikan      Hiu Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Studi baru-baru ini yang      dimuat dalam jurnal Pelestarian Biologi menyatakan bahwa populasi dari      banyak spesies ikan hiu yang berkurang dengan cepat membuat para ilmuwan      prihatin tentang dampaknya terhadap ekosistem laut secara keseluruhan.      Kelompok-kelompok pelestarian menyerukan agar dilakukan langkah-langkah      global untuk melindungi ikan hiu itu, bahkan beberapa jenis hampir lenyap      sama sekali.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7446112.stm"&gt;     http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7446112.stm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;table id="table1" width="207" align="center" border="0" cellpadding="5"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="201" bgcolor="#99cc99"&gt;         &lt;div align="justify"&gt;           &lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/ikan-hiu.jpg" width="296" border="0" height="182" /&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Spesies      Anjing Laut Pertama Kali Dideklarasikan Punah Akibat dari Kegiatan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Setelah tidak terlihat      selama lebih dari 50 tahun, anjing laut di Karibia atau India Barat sekarang      dinyatakan punah. Anjing laut subtropis yang pernah ditemukan secara      berlimpah di Laut Karibia, Teluk Meksiko, dan sebelah barat Samudera      Atlantik, pada dasarnya diburu sampai punah. Dua spesies berhubungan      lainnya, anjing laut Mediteranian dan Hawai baru-baru ini terdaftar sebagai      satwa yang terancam punah, dengan perlindungan intensif yang diperlukan      untuk menghindari kepunahan mereka juga.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://www.ens-newswire.com/ens/jun2008/2008-06-09-02.asp"&gt;     http://www.ens-newswire.com/ens/jun2008/2008-06-09-02.asp&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Naiknya      Kandungan CO2 di Atmosfer Mengganggu Kehidupan Laut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Para ilmuwan dari      Universitas Plymouth di Inggris melakukan evaluasi dampak karbon dioksida      yang diserap laut melalui sebuah studi di lubang CO2 alamiah yang ditemukan      di Laut Mediterania. Studi tersebut menunjukkan bahwa di dekat lubang dasar      laut ini, CO2 membuat air menjadi lebih asam dan mengakibatkan hilangnya      keanekaragaman laut dalam perbandingan yang sama dengan pengasaman. Karena      berkurangnya kalsium di air yang asam, kerangka keong menjadi hancur dan      terumbu karang tidak dapat terbentuk. Dr. Carol Turley dari Laboratorium      Laut Plymouth mengatakan, “Ini berarti satu-satunya cara untuk mengurangi       pengasaman laut adalah dengan pengurangan emisi CO2 dalam jumlah yang      besar."&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7437862.stm"&gt;     http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7437862.stm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;table id="table1" width="200" align="center" border="0" cellpadding="5"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="199" bgcolor="#99cc99"&gt;         &lt;div align="justify"&gt;           &lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/images/habitat-laut.jpg" width="189" border="0" height="281" /&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;     Hari Lautan Sedunia Menawarkan Kesempatan untuk Melindungi Lautan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Untuk menghormati      hari tersebut yang dirayakan secara informal oleh PBB dan      organisasi-organisasi lain pada tanggal 8 Juni, Badan Pelestarian Alam yang      berbasis di AS telah mengeluarkan daftar perubahan sederhana yang bisa      dilakukan orang untuk merawat lautan dunia yang rapuh dengan lebih baik.      Daftar paling atas adalah meminimalkan pemakaian plastik dengan beralih ke&lt;br /&gt;    produk yang bisa dipakai ulang seperti tas belanja kain. Perubahan yang lain      adalah membuang bahan kimia dengan benar dan tidak menuangnya ke dalam      saluran air karena mereka bisa mengalir langsung ke sungai dan laut.&lt;br /&gt;    &lt;a target="_blank" href="http://www.prweb.com/releases/nature_conservancy/world_ocean_day/prweb1000324.htm"&gt;     http://www.prweb.com/releases/nature_conservancy/world_ocean_day/prweb1000324.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Populasi      Ikan Dunia Menyusut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Organisasi Pangan dan      Pertanian PBB menyatakan bahwa 75% dari semua spesies ikan komersial telah      ditangkap secara berlebihan. Callum Roberts, profesor konservasi laut di      Universitas York, Inggris, serta para ilmuwan lainnya, mengatakan bahwa      penangkapan ikan berskala industri sejak 90 tahun yang lalu telah      menyebabkan bukan hanya hilangnya ikan, tetapi seluruh rantai makanan      biologis. Dr. Roberts menyarankan penetapan segera area perlindungan      permanen&lt;br /&gt;    di seluruh lautan di dunia, untuk memungkinkan pemulihan ikan sebelum      terlalu terlambat.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.guardian.co.uk/environment/2008/may/11/fishing.food"&gt;     http://www.guardian.co.uk/environment/2008/may/11/fishing.food&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Perubahan      Perilaku Burung Berhubungan dengan Perubahan Iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Para peneliti      Universitas Oxford di Inggris menemukan bahwa burung gelatik batu sekarang      bertelur kira-kira 2 minggu lebih awal daripada setengah abad yang lalu,      sebagai penyesuaian terhadap pemanasan global. Sementara itu, terlihatnya      dua burung tropis di dekat Pulau Po Toi di bagian paling selatan Hong Kong,      untuk yang pertama kalinya, juga disebabkan oleh temperatur yang lebih      hangat. Ketua Lembaga Pemantau Burung Hong Kong, Cheung Ho-fai mengatakan,      “Burung-burung sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan mengamati mereka      adalah cara yang baik untuk memahami perubahan-perubahan.”&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.earthtimes.org/articles/show/204511,global-warming-brings-tropical-birds-to-hong-kong-watchers-say.html"&gt;     http://www.earthtimes.org/articles/show/204511,global-warming-brings-tropical-birds-to-hong-kong-watchers-say.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#4ea300;"&gt;Perubahan      Iklim dan Polusi Mempengaruhi Burung-burung di Seluruh Dunia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Program Lingkungan      Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) berkata pada hari Selasa bahwa penurunan      secara keseluruhan jumlah burung yang bermigrasi adalah tanda bahaya adanya      perubahan dalam keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Burung-burung amat      sensitif terhadap perubahan iklim dan karena itu bisa menjadi indikator yang      tepat akan perubahan pola iklim. Burung-burung air seperti pinguin secara      khusus rentan terharap efek perubahan iklim. Heidi Geisz, ahli biologi laut      di Institut Ilmu Laut Virginia di AS, telah menemukan pestisida terlarang      DDT dalam badan pinguin Adélie. Diperkirakan bahwa zat tersebut terperangkap      dalam lapisan es pada tahun 1960 ketika DDT diproduksi dan sekarang terlepas      karena perubahan iklim.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-family: Garamond; background-image: url(none); background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%;" lang="EN-US"&gt;     &lt;a target="_blank" href="http://www.telegraph.co.uk/earth/main.jhtml?xml=/earth/2008/05/08/eatoxic108.xml"&gt;     http://www.telegraph.co.uk/earth/main.jhtml?xml=/earth/2008/05/08/eatoxic108.xml&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:#669900;"&gt;Para      pembuat Undang-Undang AS mulai memperhatikan lautan dan perubahan iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Sebuah simposium 3-hari      di Washington, DC, berakhir tanggal 5 Juni, dimana ilmuwan-ilmuwan      terkemuka, konsultan-konsultan pelestarian lingkungan, dan para pembuat      kebijakan AS membicarakan keprihatiaan mengenai dampak pemanasan global      terhadap lautan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204); font-weight: 700;"&gt;Dr. Lara Hansen, Chief      Scientist, World Wildlife Fund International Climate Change Programme:     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Kita terus menambah emisi CO2 kita secara global. Kita perlu menguranginya,      idealnya sebesar 90 persen lebih karena masalah-masalah seperti laut yang      semakin bersifat asam akan terus terjadi selama lautan terus menyerap CO2      dari atmosfer. Para ahli Dana Margasatwa Dunia mengatakan bahwa kehidupan      laut belum pernah berada dalam keadaan rentan seperti saat ini. Mereka      menunjuk dampak besar terhadap populasi hewan yang tergantung dari lautan      seperti beruang kutub dan singa laut. Topik lain yang diangkat dalam      simposium itu mulai dari terumbu karang sampai dengan sampah dan adaptasi      makhluk laut. Salah satu diskusi panel berfokus pada hubungan antara lautan      dan kesehatan manusia. Dr. Paul Sandifer dan Senator John Kerry adalah dua      orang yang ikut dalam diskusi ini. Dialong disimpulkan dengan      langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan oleh individu untuk membantu      melindungi perairan di Bumi agar kehidupan&lt;br /&gt;    semua spesies terjamin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;     &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204); font-weight: 700;"&gt;Dr. Paul Sandifer, Senior      Scientist, National Oceanic and Atmospheric Administration, USA: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Kita dapat bertindak dengan hati-hati saat memakai dan membuang bahan-bahan      kimia kita, juga pemakaian bahan kimia yang umum dalam rumah tangga, semua      yang bisa dibawa air dari halaman, hutan, dan ladang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="ep" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;     &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;b&gt;Senator John Kerry,      Democratic Party – Massachusetts, USA:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;Orang awam bisa melakukan berbagai hal. Buatlah pilihan yang cerdas      untuk jenis produk yang mereka beli. Belajarlah sendiri dari internet      mengenai produk-produk hijau dan berbagai hal yang bisa dilakukan. Kurangi      mengemudi, mengemudilah lebih efisien, gantilah lampu pijar, perbaikilah      efisiensi energi di rumah, jadilah lebih peduli dengan jejak karbon, dengan      satu atau lain cara, dan hormatilah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-2400001820959768564?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/2400001820959768564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=2400001820959768564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/2400001820959768564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/2400001820959768564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/dampak-perubahan-iklim-terhadap-flora.html' title='Dampak Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-1360889036273469443</id><published>2009-04-12T20:59:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T21:01:48.216+07:00</updated><title type='text'>Elang Bondol Di Kepulauan Seribu Terancam</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Benua asia dihuni sekitar 90 jenis raptor dan sekitar 71Â jenis raptor diurnal berada di indonesia dan sekitar 15 jenis merupakan jenis yang endemik di indonesia bahkan beberapa endemik pulau, seperti Elang Jawa&lt;em&gt;(Spizaetus bartelsi)&lt;/em&gt;. Semua jenis raptor di indonesia telah dilindungi peraturan negara, misalnya undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta PP.7 dan 8.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;img src="http://i216.photobucket.com/albums/cc128/asman_bucket/20811488.187_8730CS.jpg" alt="Photobucket" width="400" align="left" border="0" height="437" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Tentang Elang Bondol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;sub species; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Elang bondol terbagi menjadi 4 sub species yaitu, &lt;em&gt;H.i.flavirostris&lt;/em&gt;. Pulau solomon &lt;em&gt;H.i girenera&lt;/em&gt;, &lt;span&gt;MOLUCCAS&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, NEW GUINEA, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Bismarck Archipelago&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,Â dan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;AUSTRALIA&lt;/span&gt;&lt;span&gt;; &lt;em&gt;H. i. indus&lt;/em&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;PAKISTAN&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;INDIA&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,Â dan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;SRI LANKA,Â &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Â &lt;/span&gt;&lt;span&gt;CHINA&lt;/span&gt;&lt;span&gt;; &lt;em&gt;H. i. intermedius&lt;/em&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Malay Peninsula&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, GREATERÂ dan LESSER SUNDAS, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;SULAWESI&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;PHILIPPINES&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, and &lt;/span&gt;&lt;span&gt;SULA&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;ISLANDS&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.globalraptors.org/" title="GRIN Website"&gt;(http://www.globalraptors.org)&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 100%;"&gt;Elang bondol berukuran sekitar 45 cm. Elang bondol memiliki warna putih dengan coretan hitam vertical dari kepala, leher sampai perut dan coklat kepirangan pada bagian punggung sayap sampai ekor. Elang bondol&lt;span&gt; &lt;/span&gt;memiliki kebiasaan terbang melayang-layang sambil mngintai mangsanya dan jika mangsanya sudah terlihat maka elang bondol akan langsung terbang menukik untuk mengangkap mangsanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Penyebaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 100%;"&gt;Daerah yang biasa di kunjungi elang bondol adalah daerah rawa, sungai, muara dan kepuluan sampai dangan daerah yang ketinggianya sampai 2800mdpl( di atas permukaan laut). Di indonesia sendiri elang bondol tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Breeding&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 100%;"&gt;Cara berkembang biak elang bondol sama seperti halnya dengan burung-burung pemangsa lainya. Elang bondol akan membangun sarang pada pohon yang tinggi menggunakan ranting-ranting pohon yang disusun rapi. Elang bondol bertelur 2-3 butir telur tapi biasanya yang menetas dan berhasil hanya satu ekor yang akan terus di kawal sama induknya sampai bisa hidup mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Food and Feeding&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 100%;"&gt;Elang bondol dalam mencari hal mencari makan bukan hanya buruan yang masih segar. Tapi juga akan menangkap mangsa yang sudah menjadi bangkai yang biasanya adalah ikan-ikan yang mati dan mengambang di permukaan air.Selain memakan ikan, elang bondol juga biasa memakan katak, mamalia kecil dan insecta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Keberadaan Elang Bondol di Kepulauan Seribu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 100%;"&gt;Dari hasil survey yang dilakukan selama dua minggu hanya di temukan dua ekor elang bondol yang melintas dan itu di tempat yang berbeda&lt;strong&gt;(PPS Tegal Alur, 2004).&lt;/strong&gt; Padahal jika kita datang ke tempat/habitat yang populasi elang yang masih bagus terutama untuk jenis elang bondol mereka dapat terlihat terbang berkelompok dalam jumlah banyak. Sedangkan yang ada di kepulauan seribu memang benar-benar sangat memprihatinkan. Elang bondol, burung yang menjadi maskotnya ibukota Negara keberadaannya di alam dalam ambang kepunahan. Kepakan sayapnya, lengkingan suara yang seperti merengek meminta seekor ikan untuk mengisi perut kini menunggu kataâ€�kenanganâ€� dan tarian indah di angkasa bak laying-layang hanya akan menjadi dongeng jika keberadan tidak ada yang peduli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Ancaman Kepunahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 100%;"&gt;Program pemerintah dalam mensejahterakan kehidupan masyarakatnya memang kadang sering melupakan yang ada di sekelilingnya. Pembukaan pulau-pulau di kepulauan seribu untuk pemukiman otomatis akan ada penebangan-penebangan pohon yang ada di pulau. Pembukaan tempat-tempat wisata bahari juga memicu rusaknya habitat yang menjadi rumah elang bondol maupun elang yang lain. Selain rusaknya dan makin berkurangnya habitat untuk elang bondol adalah perburuan yang masih saja dilakukan. Walaupun itu bukan orang/masyarakat asli kepulauan seribu karena di kepulauan seribu yang mayoritas penghasilannya dari menjadi nelayan, setiap harinya juga banyak nelayan yang dari luar daerah. Perburuan untuk memenuhi kebutuhan pasar maupun hanya sekedar untuk dipelihara juga salah satu pemicu hilangnya keberadaan elang bondol di kepulauan seribu. Yang terakhir adalah lambanya elang bondol dalam masa berkembang biak. Elang bondol biasanya akan bertelur dua tahun sekali. Elang bondol bertelur 2-3 butir telur dan yang akan menetas biasanya satu ekor. Elang bondol akan mengasuh anaknya sampai bisa hidup mandiri. Setelah itu elang bondol akan kembali kesarang yang lama untuk kembali bertelur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Haruskah mereka hilang tuk selamanya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Burung-burung pemangsa adalah salah satu jenis yang perkembang biakanya lambat. Perburuan yang marak dan rusaknya habitat bagi elang bondol dan jenis elang lain adalah dari sekian banyak faktor penyebab kepunahan mereka. Peranturan pemerintah dan per undang-undangan yang sudah ada masih belum cukup untuk meredam tingginya eksploitasi terhadap burung-burung pemangsa seperti elang bondol. Kepulauan seribu termasuk daerah yang paling dekat dengan ibu kota Negara. Bahkan masih dalam wilayah DKI Jakarta. Tapi kenyataan di kalangan masyaraktnya nyaris tidak mengetahui akan hal itu. Sosialisasi yang kurang jadi satu penyebab ketidaktahuan di kalangan masyarakat. Padahal kunci utama dalam perlindungan kawasan beserta isinya adalah masuarakat sekitar yang memang tahu akan kondisi dan kebutuhan yang di perlukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elang bondol yang menjadi maskot ibu kota Negara Republik Indonesia, Jakarta keberadaanya di alam nyaris punah. Bahkan di kepulauan seribu sendiri yang masih di wilayah Jakarta. Haruskah mereka punah begitu saja? Tanpa kepedulian maka tak dapat di pungkiri elang bondol akan hilang dari habitatnya untuk selamanya. Satu jenis yang menjadi kebanggaan masyarakat DKI Jakarta harusnya akan tetap lestari dan hidup bebas di alam mengaringi angkasa dan birinya langit. Bukan di kandang yang sempit yang u&lt;/span&gt;ntuk bergerak mengepakan sayap saja susah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-1360889036273469443?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/1360889036273469443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=1360889036273469443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/1360889036273469443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/1360889036273469443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/elang-bondol-di-kepulauan-seribu_12.html' title='Elang Bondol Di Kepulauan Seribu Terancam'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-5977393917081402037</id><published>2009-04-12T20:55:00.001+07:00</published><updated>2009-04-12T20:55:58.121+07:00</updated><title type='text'>Elang Bondol Di Kepulauan Seribu Terancam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Benua asia dihuni sekitar 90 jenis raptor dan sekitar 71Â  jenis raptor diurnal berada di indonesia dan sekitar 15 jenis merupakan jenis yang endemik di indonesia bahkan beberapa endemik pulau, seperti Elang Jawa&lt;em&gt;(Spizaetus bartelsi)&lt;/em&gt;. Semua jenis raptor di indonesia telah dilindungi peraturan negara, misalnya undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta PP.7 dan 8.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;img src="http://i216.photobucket.com/albums/cc128/asman_bucket/20811488.187_8730CS.jpg" alt="Photobucket" width="400" align="left" border="0" height="437" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tentang Elang Bondol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;sub species; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Elang bondol terbagi menjadi 4 sub species yaitu, &lt;em&gt;H.i.flavirostris&lt;/em&gt;. Pulau solomon &lt;em&gt;H.i girenera&lt;/em&gt;, &lt;span&gt;MOLUCCAS&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, NEW GUINEA, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Bismarck Archipelago&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,Â dan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;AUSTRALIA&lt;/span&gt;&lt;span&gt;; &lt;em&gt;H. i. indus&lt;/em&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;PAKISTAN&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;INDIA&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,Â dan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;SRI LANKA,Â &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Â &lt;/span&gt;&lt;span&gt;CHINA&lt;/span&gt;&lt;span&gt;; &lt;em&gt;H. i. intermedius&lt;/em&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Malay Peninsula&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, GREATERÂ dan LESSER SUNDAS, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;SULAWESI&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;PHILIPPINES&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, and &lt;/span&gt;&lt;span&gt;SULA&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;ISLANDS&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.globalraptors.org/" title="GRIN Website"&gt;(http://www.globalraptors.org)&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Elang bondol berukuran sekitar 45 cm. Elang bondol memiliki warna putih dengan coretan hitam vertical dari kepala, leher sampai perut dan coklat kepirangan pada bagian punggung sayap sampai ekor. Elang bondol&lt;span&gt; &lt;/span&gt;memiliki kebiasaan terbang melayang-layang sambil mngintai mangsanya dan jika mangsanya sudah terlihat maka elang bondol akan langsung terbang menukik untuk mengangkap mangsanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Penyebaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Daerah yang biasa di kunjungi elang bondol adalah daerah rawa, sungai, muara dan kepuluan sampai dangan daerah yang ketinggianya sampai 2800mdpl( di atas permukaan laut). Di indonesia sendiri elang bondol tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Breeding&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Cara berkembang biak elang bondol sama seperti halnya dengan burung-burung pemangsa lainya. Elang bondol akan membangun sarang pada pohon yang tinggi menggunakan ranting-ranting pohon yang disusun rapi. Elang bondol bertelur 2-3 butir telur tapi biasanya yang menetas dan berhasil hanya satu ekor yang akan terus di kawal sama induknya sampai bisa hidup mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Food and Feeding&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Elang bondol dalam mencari hal mencari makan bukan hanya buruan yang masih segar. Tapi juga akan menangkap mangsa yang sudah menjadi bangkai yang biasanya adalah ikan-ikan yang mati dan mengambang di permukaan air.Selain memakan ikan, elang bondol juga biasa memakan katak, mamalia kecil dan insecta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Keberadaan Elang Bondol di Kepulauan Seribu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dari hasil survey yang dilakukan selama dua minggu hanya di temukan dua ekor elang bondol yang melintas dan itu di tempat yang berbeda&lt;strong&gt;(PPS Tegal Alur, 2004).&lt;/strong&gt; Padahal jika kita datang ke tempat/habitat yang populasi elang yang masih bagus terutama untuk jenis elang bondol mereka dapat terlihat terbang berkelompok dalam jumlah banyak. Sedangkan yang ada di kepulauan seribu memang benar-benar sangat memprihatinkan. Elang bondol, burung yang menjadi maskotnya ibukota Negara keberadaannya di alam dalam ambang kepunahan. Kepakan sayapnya, lengkingan suara yang seperti merengek meminta seekor ikan untuk mengisi perut kini menunggu kataâ€kenanganâ€ dan tarian indah di angkasa bak laying-layang hanya akan menjadi dongeng jika keberadan tidak ada yang peduli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ancaman Kepunahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Program pemerintah dalam mensejahterakan kehidupan masyarakatnya memang kadang sering melupakan yang ada di sekelilingnya. Pembukaan pulau-pulau di kepulauan seribu untuk pemukiman otomatis akan ada penebangan-penebangan pohon yang ada di pulau. Pembukaan tempat-tempat wisata bahari juga memicu rusaknya habitat yang menjadi rumah elang bondol maupun elang yang lain. Selain rusaknya dan makin berkurangnya habitat untuk elang bondol adalah perburuan yang masih saja dilakukan. Walaupun itu bukan orang/masyarakat asli kepulauan seribu karena di kepulauan seribu yang mayoritas penghasilannya dari menjadi nelayan, setiap harinya juga banyak nelayan yang dari luar daerah. Perburuan untuk memenuhi kebutuhan pasar maupun hanya sekedar untuk dipelihara juga salah satu pemicu hilangnya keberadaan elang bondol di kepulauan seribu. Yang terakhir adalah lambanya elang bondol dalam masa berkembang biak. Elang bondol biasanya akan bertelur dua tahun sekali. Elang bondol bertelur 2-3 butir telur dan yang akan menetas biasanya satu ekor. Elang bondol akan mengasuh anaknya sampai bisa hidup mandiri. Setelah itu elang bondol akan kembali kesarang yang lama untuk kembali bertelur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Haruskah mereka hilang tuk selamanya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Burung-burung pemangsa adalah salah satu jenis yang perkembang biakanya lambat. Perburuan yang marak dan rusaknya habitat bagi elang bondol dan jenis elang lain adalah dari sekian banyak faktor penyebab kepunahan mereka. Peranturan pemerintah dan per undang-undangan yang sudah ada masih belum cukup untuk meredam tingginya eksploitasi terhadap burung-burung pemangsa seperti elang bondol. Kepulauan seribu termasuk daerah yang paling dekat dengan ibu kota Negara. Bahkan masih dalam wilayah DKI Jakarta. Tapi kenyataan di kalangan masyaraktnya nyaris tidak mengetahui akan hal itu. Sosialisasi yang kurang jadi satu penyebab ketidaktahuan di kalangan masyarakat. Padahal kunci utama dalam perlindungan kawasan beserta isinya adalah masuarakat sekitar yang memang tahu akan kondisi dan kebutuhan yang di perlukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Elang bondol yang menjadi maskot ibu kota Negara Republik Indonesia, Jakarta keberadaanya di alam nyaris punah. Bahkan di kepulauan seribu sendiri yang masih di wilayah Jakarta. Haruskah mereka punah begitu saja? Tanpa kepedulian maka tak dapat di pungkiri elang bondol akan hilang dari habitatnya untuk selamanya. Satu jenis yang menjadi kebanggaan masyarakat DKI Jakarta harusnya akan tetap lestari dan hidup bebas di alam mengaringi angkasa dan birinya langit. Bukan di kandang yang sempit yang untuk bergerak mengepakan sayap saja susah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-5977393917081402037?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/5977393917081402037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=5977393917081402037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/5977393917081402037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/5977393917081402037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/elang-bondol-di-kepulauan-seribu.html' title='Elang Bondol Di Kepulauan Seribu Terancam'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-830012347496166050</id><published>2009-04-12T20:47:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T20:48:42.425+07:00</updated><title type='text'>Keindahan Bawah Laut Bunaken</title><content type='html'>&lt;div style="width: 500px;" class="image-attach-body"&gt;&lt;a href="http://www.voltras.net/pictures/bunakenjpg"&gt;&lt;img src="http://www.voltras.net/sites/default/files/images/bunaken.JPG" alt="bunaken.JPG" title="bunaken.JPG" class="image image-preview" width="500" height="373" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS;"&gt;&lt;br /&gt;Bunaken! Pasti udah tau dong? Nama Bunaken sendiri adalah nama sebuah pulau seluas 8,08 km2 di Teluk Manado, Sulawesi, Indonesia. Perjalanan ke Pulau ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Pelabuhan di Manado. Nah disinilah terdapatnya taman laut yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah rasanya ketika menginjakkan kaki di tempat ini, udah ga sabar buat snorkeling dan diving. Ternyata banyak juga orang disana yang sedang menikmati keindahan bawah laut. Bukan itu saja, banyak juga yang menyewa speedboat, yacht, kapal kayu. Watersport juga ada. Seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Snorkeling kayanya asik juga. Dengan bayar 100rb, saya udah bisa melihat keindahan alam bawah laut, plus dikasih perlengkapan snorkling lengkap. Harga ini termasuk naik kapal kayu motor dari Bunaken ke lokasi. Pemandu membawa kami semua, ke spot-spot yang bagus keindahan dasar lautnya. Hmm sambil melihat kekayaan dasar laut, saya bisa melihat orang-orang yang sedang scubadiving. Asik banget... nanti mau coba juga ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata taman laut ini memang indah. Terumbu-terumbu karangnya beragam, berwarna-warni. Hmm dalam keheningan, tetap bisa merasakan warna cerah yang terajut dalam lekuk-lekuk karang dan koral. Menyentuh ikan-ikan yang sedang bermain-main, rasanya ikut merasakan bebasnya bergerak kesana kemari. Lucu waktu melihat atraksi ikan-ikan badut yang saling kejar, dan saling bersembunyi. Jadi ingetin sama film India hehe. Wah ada kuda laut juga, bergerak mengikut arus. Sensasi ketika melihat alam bawah laut memang gila. Rasanya, saya sudah mulai kecanduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa lupa waktu nih kalau terus ada disini. Yup ternyata memang benar, saya lupa waktu. Air yang agak hangat di Bunaken bisa membuat semua orang lupa waktu hehe. Seneng banget, karena saya pergi pada saat cuaca baik dan cerah. Dengar dari pemandu sih, tingkat kejernihan air laut tidak dapat di tebak, karena memang tergantung pada situasi cuaca. Waktu yang paling baik untuk menyelam adalah pagi sampai sore hari selama musim kemarau (Mei - Oktober).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: Comic Sans MS;"&gt;Ga sulit kok menggapai Bunaken. Dari Pelabuhan Marina, Manado kita bisa Carter kapal wisata Rp750.000, waktu tempuhnya selama sekitar 1 jam. Kapal berkapasitas 15 orang ini dilengkapi pelampung, tempat duduk, dan dua kaca berbentuk aquarium untuk melihat terumbu karang dan ikan hias dari atas kapal.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-830012347496166050?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/830012347496166050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=830012347496166050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/830012347496166050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/830012347496166050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/keindahan-bawah-laut-bunaken.html' title='Keindahan Bawah Laut Bunaken'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-3745700893955058854</id><published>2009-04-12T20:42:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T20:47:00.909+07:00</updated><title type='text'>Mengeksplorasi Keindahan Bawah Laut Bunaken</title><content type='html'>&lt;div class="time"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="sharethis_0"&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" title="ShareThis via email, AIM, social bookmarking and networking sites, etc." class="stbutton stico_rotate"&gt;&lt;span class="stbuttontext"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/images/bunaken.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8071" title="bunaken" src="http://www.surya.co.id/images/bunaken-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; Menyebut nama Bunaken, ingatan langsung melayang ke wilayah paling utara Pulau Sulawesi. Lima pulau (Nain, Mantehage, Manado Tua, Siladen, Bunaken) membentuk Taman Nasional Bunaken, seluas 75.256 hektar. Pesona alami Bunaken tak pelak berhasil membetot wisatawan lokal maupun manca negara untuk kembali datang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“MESKI Kota Manado tidak seteratur kota-kota di pulau Jawa, seperti Surabaya, namun begitu menginjakkan kaki di Bunaken, kesemrawutan seolah lenyap tak berbekas,” tutur Happy Prismawati Damara, Manager Happy Tour saat ditemui Surya. Itulah kelebihan pesona panorama laut Bunaken, berhasil membasuh letih wisatawan yang datang ke daerah ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyuka wisata laut, pasti terpuaskan di Bunaken yang sedikitnya memiliki 40 lokasi penyelaman yang menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Salah satunya jenis karang hidup, berupa terumbu karang tepi dan penghalang. Paling menarik perhatian adalah terumbu tebung karang vertikal yang membentang sepanjang 50 meter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jenis ikan besar seperti marlin, tuna, pari, layar, cakalang, barakuda, hiu kepala palu kadang menyinggahi perairan ini. Maklum, kerusakan Taman Nasional Bunaken relative lebih rendah dibanding taman laut lain yang tersebar di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ini yang membuat Bunaken lebih unik dibanding tempat wisata lain. Bagi yang tidak suka menyelam pun sudah tersedia boat dengan dasar kaca (katamaran) untuk melihat keindahan dasar laut,” lanjut Happy. Menikmati keindahan bawah laut, yang kedalamannya mencapai 1000 meter, banyak jasa selam wisata di kawasan Bunaken, di antaranya Tirta Satwa, Manado Sea Garden Adventurism, Nusantara Diving Centre, atau Barracuda Dive Resort.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Musim kunjungan terbaik ke Bunaken berkisar Mei hingga Agustus. Ini saat paling pas menikmati keindahan Bunaken, saat musim penghujan belum datang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mudah Dijangkau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menuju Taman Nasional Bunaken pun cukup mudah. Semua penerbangan dari kota-kota besar selalu ada yang menuju Manado. Sesampai di sana, Anda bisa memilih melalui pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Center (MNDC) di Kecamatan Molas, atau Marina Blue Banter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari pelabuhan Manado menggunakan perahu motor menuju pulau Bunaken hanya 30 menit. Sementara dari Blue Banter Marina menuju Bunaken dengan kapal pesiar hanya 10 hingga 15 menit, dan dari MNDC menuju lokasi penyelaman di Bunaken cukup ditempuh 20 menit jika menggunakan speedboat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Wisatawan yang baru datang ke Bunaken, hendaknya menyediakan waktu selama tiga hari dua malam untuk menikmati semua keindahan alam di sana. Saya rasa waktu ini cukup,” saran Happy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak tempat menginap tersebar penginapan atau hotel di Manado, selain resor yang terdapat di Siladen, Manado Tua, Nain, Bunaken dan Pulau Mantehage. Untuk semua pesona yang ditawarkan Taman Nasional Bunaken, calon wisatawan idealnya menganggarkan sangu Rp 4 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Alternatif Lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;TAK hanya Bunaken yang menjadi magnet wisatawan. Kota Manado pun memiliki tempat rekreasi layak disinggahi. Seperti kawasan Malalayang dan Boulevard di pusat kota. Dari sini bisa dicecap keindahan pantai Kota Manado. Atau kafe-kafe bertebaran di tepi pantai kawasan Malalayang dengan sajian spesial seafood, cicipilah ikan bakar Malalayang yang kondang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kawasan Boulevard, wisatawan disuguhi pemandangan alam menakjubkan berlatar belakang Pulau Manado Tua, teristimewa saat matahari tenggelam. Seiring pergantian senja ke malam hari, penjual makanan mulai bertebaran di kawasan ini. Makanan kecil, bisa dipilih sesuai selera, seperti tinutuan. Selain aneka jajajan khas terbuat dari kelapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Objek wisata lain yang bisa dikunjungi mungkin Bukit Tomohon. Hawanya sejuk, mirip kawasan Puncak atau Trawas, cocok bagi mereka yang ingin suasana beda,” ucap Happy Prismawati Damara, Manager Happy Tour.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-3745700893955058854?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/3745700893955058854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=3745700893955058854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/3745700893955058854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/3745700893955058854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/mengeksplorasi-keindahan-bawah-laut.html' title='Mengeksplorasi Keindahan Bawah Laut Bunaken'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-5689319526577810456</id><published>2009-04-12T19:41:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T19:44:43.406+07:00</updated><title type='text'>Populasi Penyu Belimbing di Bangka-Belitung Makin Terancam</title><content type='html'>Populasi penyu Belimbing yang merupakan satwa langka di propinsi kepulauan Bangka Belitung kini tinggal seribuan ekor dan terancam punah dengan maraknya kegiatan perburuan untuk dijadikan obat-obatan tradisionil serta asesoris berbahan kulit. &lt;p&gt;Kepala Subdinas Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan propinsi kepulauan Bangka Belitung, Andre Wiryono, dihubungi Minggu menyatakan, penyu Belimbing yang memiliki habitat ditiga lokasi, diantaranya pulau Mendarnu, kini makin sulit ditemukan.` &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Biasanya nelayan masih sering menemukan penyu belimbing tersebut, tapi sekarang sudah makin sulit, Bila tidak dilakukan upaya-upaya konservasi maka satwa tersebut bisa punah," ujarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyu Belimbing masuk appendix satu sebagai hewan langka yang terancam punah harus diselamatkan dengan melakukan penangkaran. Selain itu kegiatan perburuan harus dihentikan agar satwa yang masih ada bisa bereproduksi dan berkembang biak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyatakan, petugas jagawana dan polisi kehutanan tidak ada sampai ke pulau Mendaru tersebut. Yang diperlukan adalah kesadaran warga masyarakat setempat untuk tidak lagi melakukan perburuan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya eksploitasi terhadap penyu belimbing bisa menyebabkan kepunahan satwa itu. Ia memperkirakan dalam waktu beberapa tahun kedepan bila tidak ada upaya penyelamatan penyu belimbing bisa habis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyu belimbing berkembang biak dengan cara bertelur. Upaya menyelamatkan penyu itu termasuk dengan tidak memutusmata rantai pengembangan seperti memburu telurnya untuk diperjualbelikan. &lt;/p&gt;"Kita belum memiliki balai konservasi sumber daya alam, hingga pengawasan terhadap satwa langka masih sangat kurang," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-5689319526577810456?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/5689319526577810456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=5689319526577810456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/5689319526577810456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/5689319526577810456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/populasi-penyu-belimbing-di-bangka.html' title='Populasi Penyu Belimbing di Bangka-Belitung Makin Terancam'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-2057242137851896263</id><published>2009-04-12T19:16:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T19:19:34.811+07:00</updated><title type='text'>Populasi Penyu Hijau (Chelonia mydas) di pantai selatan Sukabumi terancam punah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Penyu Hijau atau &lt;i&gt;Chelonia mydas&lt;/i&gt; yang habitatnya terdapat di       pantai selatan Kabupaten Sukabumi, yaitu di Pantai Pangumbahan dan Suaka       Margasatwa (SM) Cikepuh di Desa Gunung Batu Kecamatan Ciracap Kabupaten       Sukabumi, populasinya menurun drastis dan terancam punah. Penyebabnya       eksploitasi untuk kepentingan komersial.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;"Pada tahun 80-an, populasi penyu hijau yang terlihat naik ke       daratan sekitar 50-an setiap malamnya. Namun sekarang penyu hijau yang       bisa kita lihat pada musim bertelur hanya sekitar tiga ekor per       malam," kata Budiyanto, Direktur Eksekutif Kusukabumiku, di Sukabumi,       Senin (6/11).&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Melalui saluran telepon Budiyanto mengatakan kepada beritabumi.or.id,       populasi penyu tersebut harus segera diselamatkan dan tidak boleh       dieksploitasi dalam bentuk dan atau alasan apapun. Menurutnya, yang paling       penting dan mendesak saat ini adalah melakukan upaya &lt;i&gt;rehabilitasi&lt;/i&gt;       dan &lt;i&gt;restorasi&lt;/i&gt; untuk mengembalikan populasi penyu dan ekosistemnya,       setidaknya seperti puluhan tahun silam.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Sementara menurut Budiyanto, &lt;i&gt;pengunduhan&lt;/i&gt; (pengambilan telur –       red) penyu hijau di Pantai Pangumbahan selama ini justru dilakukan pihak       swasta, yakni CV Daya Bakti yang menjadi rekanan Pemkab Sukabumi. Bahkan       pihak pengelola berhak melakukan usaha pengambilan telur dari satwa yang       dilindungi undang-undang tersebut dari sarang alaminya.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Sedangkan di lokasi sepanjang pantai dalam kawasan konservasi Suaka       Margasatwa Cikepuh, pengambilan telur-telur penyu tersebut dilakukan oleh       oknum masyarakat secara ilegal. Bahkan diduga melibatkan oknum pegawai       pada lingkungan Departemen Kehutanan (Dephut).&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;"Menurut informasi yang kami dapat, sejumlah oknum pegawai       kehutanan yang terlibat tersebut telah mendapat sanksi administrasi, yaitu       dipindah-tugaskan ke daerah lain," ujar Budiyanto.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Menurut Budiyanto, penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Sukabumi,       baik eksekutif maupun legislatif harus berlapang dada untuk mencabut       Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pelestarian Penyu di       Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, banyak pasal dan ayat di perda tersebut       yang tidak selaras dengan upaya pelestarian penyu secara nasional,       regional dan internasional.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Lebih lanjut dia menjelaskan, upaya pelestarian penyu secara nasional       telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, yakni UU No 5 Tahun 1990       tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Peraturan       Pemerintah (PP) No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan       Satwa.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Selain itu, diatur juga melalui SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No       751/Kpts-II/1999 tentang Tata Cara Permohonan, Pemberian dan Pencabutan       Izin Usaha Berburu Telur Penyu Hijau (&lt;i&gt;Chelonia mydas&lt;/i&gt;) dan Penyu       Sisik (&lt;i&gt;Eretmochelys imbricata&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tolak eksploitasi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Budiyanto menyatakan, Kusukabumiku menolak berbagai bentuk eksploitasi       habitat penyu hijau, baik di Pantai Pangumbahan maupun Suaka Margasatwa       Cikepuh, serta ekosistem sekitarnya dengan alasan atau dalam bentuk       apapun, apalagi untuk komersial. Untuk dapat kembali memulihkan       populasinya, dibutuhkan waktu puluhan tahun.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;"Semuanya ini akibat kesalahan orang-orang yang tahu dan sadar       tentang upaya penyelamatan lingkungan dan konservasi, namun diam saja.       Akhirnya populasi penyu Sukabumi menurun drastis dan terancam       hilang," tegas Budiyanto.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;b&gt;Upaya penyelamatan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Berkaitan dengan upaya penyelamatan dan konservasi alam dan lingkungan       hidup, Kusukabumi meminta agar Pemkab Sukabumi merubah status kawasan       pantai peneluran penyu di Pantai Pangumbahan dan ekosistemnya menjadi       kawasan konservasi. Lalu digabungkan dengan pantai peneluran di SM Cikepuh       dengan dikelola secara terpadu, berskala nasional dan internasional serta &lt;i&gt;profesional&lt;/i&gt;       menjadi Kawasan Rehabilitasi Penyu Indonesia di Sukabumi.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Kusukabumiku merupakan lembaga atau gerakan yang bersifat independen,       non politik, non profit, non kompromi, dan non kekerasan serta menjunjung       tinggi perdamaian. Berprinsip bahwa bumi ini untuk semua (&lt;i&gt;earth for all&lt;/i&gt;).       Adapun visinya, terwujudnya kembali keharmonisan di muka bumi.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Sedangkan misinya, mencegah laju kerusakan lingkungan, memulihkan yang       rusak dan menyelamatkan yang tersisa. Tujuan gerakan ini, menjadi penghuni       di muka bumi yang mencintai lingkungan dan perdamaian. Kegiatan utamanya       adalah pembelaan lingkungan melalui pendidikan, kampanye dan publikasi.&lt;/p&gt;           &lt;hr /&gt;  &lt;!-- text below generated by server. PLEASE REMOVE --&gt;&lt;script language="JavaScript" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mc/mc.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script language="JavaScript" src="http://us.js2.yimg.com/us.js.yimg.com/lib/smb/js/hosting/cp/js_source/geov2_001.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script language="javascript"&gt;geovisit();&lt;/script&gt;&lt;img style="display: none;" src="http://visit.geocities.com/visit.gif?&amp;amp;r=http%3A//www.google.co.id/search%3Fhl%3Did%26q%3Dpopulasi+penyu+yang+terancam+punah%26btnG%3DTelusuri+dengan+Google%26meta%3D%26aq%3Do%26oq%3D&amp;amp;b=Netscape%205.0%20%28Windows%3B%20en-US%29&amp;amp;s=1024x768&amp;amp;o=Win32&amp;amp;c=32&amp;amp;j=true&amp;amp;v=1.2" border="0" /&gt; &lt;noscript&gt;&lt;img src="http://visit.geocities.yahoo.com/visit.gif?us1239537682" alt="setstats" border="0" width="1" height="1" /&gt;&lt;/noscript&gt; &lt;img src="http://geo.yahoo.com/serv?s=76001544&amp;amp;t=1239537682&amp;amp;f=us-w5" alt="1" width="1" height="1" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-2057242137851896263?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/2057242137851896263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=2057242137851896263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/2057242137851896263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/2057242137851896263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/populasi-penyu-hijau-chelonia-mydas-di.html' title='Populasi Penyu Hijau (Chelonia mydas) di pantai selatan Sukabumi terancam punah'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-398196822378313334</id><published>2009-04-02T12:03:00.004+07:00</published><updated>2009-04-02T12:13:57.002+07:00</updated><title type='text'>Langkah Kecil Mencegah Bahaya Besar (Global Warming)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;Langkah Kecil Mencegah Bahaya Besar(Global Worming)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbicara tentang langkah-langkah pencegahan, banyak yang berkomentar kalau merasa diri belum siap. Belum siap untuk menggunakan mobil &lt;em&gt;hybrid&lt;/em&gt;, belum siap untuk tidak menggunakan AC, belum siap untuk tidak menggunakan komputer lama-lama. Padahal hal tersebut hanya beberapa dari berbagai langkah untuk mencegah pemanasan global. Masih banyak cara lainnya. &lt;a href="http://wiellyam.net/" target="_blank"&gt;Wiellyam&lt;/a&gt; menyebutkan &lt;strong&gt;3M&lt;/strong&gt; pada postinganku sebelumnya: &lt;strong&gt;M&lt;/strong&gt;ulai dari hal kecil, &lt;strong&gt;M&lt;/strong&gt;ulai dari diri sendiri dan &lt;strong&gt;M&lt;/strong&gt;ulai dari sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sebuah persepsi yang menurut saya agak keliru, upaya mencegah pemanasan global sering diidentikkan dengan kembali ke jaman batu. Tidak menggunakan pesawat terbang ketika berpergian, tidak menggunakan komputer, tidak menggunakan kendaraan bermotor dan masih banyak lagi tidak-tidak yang lain. Memang itu penting dalam mencegah pemanasan global, tetapi menurut saya jangan sampai upaya kita untuk &lt;strong&gt;peduli pemanasan global membuat kita tidak produktif&lt;/strong&gt; dalam bekerja. &lt;strong&gt;Hiduplah sewajarnya&lt;/strong&gt;. Jika memang dirasa perlu berpergian menggunakan pesawat terbang, ya gunakanlah. Jika memang perlu menggunakan komputer, ya gunakanlah. Upaya peduli bisa kita tunjukkan dari penggunaan yang ’sewajarnya’. Jika tidak digunakan harap dimatikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;One Small Step is a Big Leap&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu ketika di Bali terjadi krisis energi listrik, PLN menghimbau untuk mematikan &lt;u&gt;sebuah&lt;/u&gt; lampu 5 watt yang biasa dihidupkan pada malam hari antara pukul 19.00-21.00 WITA, karena pada jam-jam tersebut sedang terjadi beban puncak pemakaian listrik. Terdengar kecil kan? &lt;strong&gt;Hanya sebuah lampu 5 watt&lt;/strong&gt;. Namun bila seluruh Bali mau peduli untuk mematikan lampu 5 watt yang biasa dihidupkan tersebut, maka krisis energi listrik dapat teratasi. &lt;em&gt;One small step is a big leap&lt;/em&gt;, &lt;strong&gt;satu langkah kecil yang dilakukan sejak dini adalah lompatan besar di masa yang akan datang&lt;/strong&gt;. Jangan ragu untuk berbuat hal kecil demi kebaikan di masa depan. Begitulah harapan untuk menggugah setiap orang untuk bisa ikut andil dalam usaha peduli &lt;em&gt;Global Warming&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai penutup, saya melampirkan sebuah gambar ‘coret-coret’ yang diambil dari &lt;a href="http://www.learningfundamentals.com.au/" target="_blank"&gt;learningfundamentals.com.au&lt;/a&gt;. Silakan klik pada gambar untuk memperbesar tampilan. Ayo berbuat sesuatu untuk menyelamatkan bumi kita. &lt;em&gt;Lets Fight Global Warming!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.andaka.com/images/mencegah-pemanasan-global-global-warming.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.andaka.com/images/mencegah-pemanasan-global-global-warming.thumbnail.jpg" alt="Mencegah Pemanasan Global (Global Warming)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-398196822378313334?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/398196822378313334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=398196822378313334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/398196822378313334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/398196822378313334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2009/04/langkah-kecil-mencegah-bahaya-besar.html' title='Langkah Kecil Mencegah Bahaya Besar (Global Warming)'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-6101497794468173843</id><published>2008-12-22T17:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-22T17:34:17.869+07:00</updated><title type='text'>Burung Kakatua Putih Terancam Punah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Indonesia dikenal sebagai surga bagi burung dimana ada sebanyak 1539 jenis burung di Indonesia, dan 85 jenis diataranya merupakan jenis burung paruh bengkok. Sebanyak 14 jenis burung paruh bengkok tersebut yang saat ini telah dilindungi karena masuk dalam katagori terancam punah.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Sebagian besar burung paruh bengkok seperti Nuri dan Kakatua hidup di kawasan wallacea dan Indonesia Bagian Timur seperti Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua merupakan satwa endemik seperti kakatua putih (&lt;i&gt;Cacatua alba&lt;/i&gt;), yang hanya ditemukan di Maluku Utara.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Namun keberadaan kakatua putih di alam saat ini menghawatirkan karena penangkapan untuk diperdagangkan dan degradasi hutan baik untuk lahan perkebunan ataupun pertambangan. Dimana setiap tahunnya ada sebanyak 100 ekor kakatua putih dieperdagangakan di pasar burung di Pulau Jawa dan Bali.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Hasil investigasi ProFauna tahun 2001 mencatat bahwa angka penangkapan kakatua putih setiap tahunnya ratarata mencapai sekitar 550 ekor, yang ditangkap dari Pulau Halmahera untuk diperdagangkan Penangkapan burung kakatua putih ini masih terus berlangsung di Maluku Utara karena lemahnya upaya penegakan hukum yang menyebabkan burung ini telah hilang dari habitatnya di beberapa desa di Pulau Halmahera.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Tingginya penangkapan tersebut mengkibatkan kepunahan loka di beberapa wilayah Pulau Halmahera, untuk itu ProFauna Indonesia menyerukan agar burung kakatua putih untuk segera masuk dalam daftar satwa dilindungi. Hal ini karena sudah memenuhi kriteria sesuai PP no 7 tahun 1999 tentang pengawtan jenis tumbuhan dan satwa liar yaitu jumlah populasi kecil, penurunan populasi yang tajam dan sebarannya terbatas (endemik).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-6101497794468173843?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/6101497794468173843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=6101497794468173843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/6101497794468173843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/6101497794468173843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2008/12/burung-kakatua-putih-terancam-punah.html' title='Burung Kakatua Putih Terancam Punah'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-7570546593114920799</id><published>2008-12-22T17:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-22T17:26:24.626+07:00</updated><title type='text'>Habitat Orangutan Terancam Punah Logging</title><content type='html'>&lt;div class="post"&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://satudunia.oneworld.net/files/asset/Artikel_Link/Sorotan/PEB/PSDA/2008/02/28/peb__habitat_orangutan_terancam_punah.jpg" alt="peb__habitat_orangutan_terancam_punah.jpg" align="left" width="88" height="100" /&gt;&lt;br /&gt;Populasi Orangutan pada awal abad ke 20 berjumlah ratusan ribu. Selama abad terakhir meningkatnya penebangan secara besar-besaran dan berkembangannya usaha perkebunan di Kalimantan dan Sumatra secara signifikan menyebabkan berkurangnya habitat dan populasi/jumlah mereka. Tindakan yang sangat tampak pengaruh/dampaknya pada penurunan jumlah mereka tersebut adalah pembabatan hutan hutan primer beserta ekosistimnya termasuk didalamnya pemetaan hutan-hutan tersebut untuk dijadikan daerah usaha pemotongan kayu dan termasuk didalamnya pembabatan hutan guna membangun jalan masuk ke daerah usaha kayu tadi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Estimasi saat ini bahwa selama 20 tahun terakhir orangutan sudah kehilangan 80% hutan tempat mereka tinggal. Sekitar 50.000 ekor orangutan ditemukan hidup terpencar-pencar di pulau Kalimantan dan hanya 7000 orangutan yang tinggal di 12 unit habitat tertentu di Sumatra Utara. Walaupun mereka dilindungi oleh undang-undang, namun diperkirakan bahwa 4-5000 ekor orangutan mati setiap tahunnya disebabkan oleh kehilangan tempat tinggal, pembunuhan secara ilegal, dan perdagangan gelap anak orangutan sebagai binatang piaraan eksotik. Dilaju hilangnya tempat tinggal mereka dan kematian, spesies orangutan dihadapkan akan kenyataan akan punah dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun mendatang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ancaman-ancaman sekarang terhadap habitat orangutan termasuk:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkebunan Kelapa Sawit:&lt;br /&gt;Dramatisnya tingkat perkembangan pembangunan perkebunan minyak kelapa sawit merupakan ancaman yang sangat berarti bagi kelangsungan hidup orangutan saat ini. Budaya dari pembangunan usaha perkebunan Kelapa Sawit sangat banyak dampak negativenya bagi kehidupan orangutan. Awalnya hutan tempat mereka tinggal dibabat habis tanpa sisa dan lahan tersebut kemudian dijadikan perkebunan. Mereka sering membakar hutan (secara ilegal) untuk dapat dengan cepat membuka lahan dan memanfaatkan sisa pembakaranya sebagai pupuk. Kebakaran yang mereka sengaja tersebut mengakibatkan kehancuran hidup marga satwa disekitarnya dan juga berdampak jelek untuk kesehatan manusia. Pada akhirnya, orangutan ini dibunuh disaat mereka sedang mencari makanan di didaerah perkebunan baru maupun yang sudah besar ini karena mereka dianggap sebagai hama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia dan Malaysia adalah dua negara produsen minyak sawit dan pohon palem biji yang terbesar. Guna memenuhi permintaan minyak sayur yang terus meningkat dan sangat serba guna ini ( bisa dipakai di semua produk dari pasta gigi, selai kacang, sereal, kosmetik, krayon, lilin, makanan kecil dan bisa dipakai untuk bio-disel), jutaan hektare hutan harus dibabat , ditanami dan dijadikan komplek perkebunan. Menurut Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum (CSPI), sejak 1970s, di Indonesia tanah yang ditanami dengan kepala sawit telah berkembang dari lebih 30 kali lipat hingga sekarang di atas 3 juta hektare. Di Malaysia sendiri, tanah yang dijadikan kebun kepala sawit meningkat 12-kali lipat menjadi 3.5 juta hektare. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rencananya ialah menambah produksi minyak sawit di seluruh Indonesia dan Malaysia, terutama di daerah yang secara biologis peka atau beraneka ragam habitatnya. Salah satu tindakan kontroversial yang diambil pemerintah Indonesia yaitu mengubah hampir 2 juta hektare (setengah ukuran Holland) hutan murninya di sepanjang perbatasan Sarawak dan Kalimantan Indonesia menjadi perkebunan kelapa sawit. Penelitian yang dilakukan oleh oleh organisasi ilmiah seperti Center for International Forestry Research (CIFOR) menyebutkan bahwa sample tanah dari jantung Kalimantan tersebut tidak cocok untuk dijadikan perkebunan Kelapa sawit. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ratusan juta dolar investasi telah dijanjikan pada investor dari Cina dan lagi kebutuhan pemerintah dalam membuat lapangan kerja baru telah membuat rencana ini menjadi perhatian serius dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.&lt;br /&gt;Sejumlah penelitian dan laporan telah dibuat mengenai dampak buruk usaha perkebunan kelapa sawit yang mengancam kehidupan orangutan, margasatwa lainnya, lingkungan hidup, dan kesehatan manusia, yang mana laporannya dapat dilihat pada web sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.cspinet.org/new/pdf/palm_oil_final_5-27-05.pdf" title="http://www.cspinet.org/new/pdf/palm_oil_final_5-27-05.pdf"&gt;http://www.cspinet.org/new/pdf/palm_oil_final_5-27-05.pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.foe.co.uk/resource/reports/oil_for_ape_summary.pdf" title="http://www.foe.co.uk/resource/reports/oil_for_ape_summary.pdf"&gt;http://www.foe.co.uk/resource/reports/oil_for_ape_summary.pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.foe.co.uk/resource/reports/oil_for_ape_full.pdf" title="http://www.foe.co.uk/resource/reports/oil_for_ape_full.pdf"&gt;http://www.foe.co.uk/resource/reports/oil_for_ape_full.pdf&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu laporan terbaru mengenai prilaku negatif dari pekerja Perkebunan kelapa sawit yang membunuh orangutan secara brutal dan tidak manusiawi (dapat di klik disini)&lt;br /&gt;Namun akhirnya, ada juga usaha Produsen minyak kelapa sawit dan masyarakat dalam menanggapi keprihatinan dampaknya terhadap lingkungan dan masa depan industry, demi usaha membuat usaha minyak sawit tersebut menjadi usaha yang berkelanjutan. Tindakan apa saja yang di maksud dan bagaimana hal tersebut bisa telah menjadi topick pembicaraan konfrensi Usaha Kelapa Sawit yang berkelanjutan (&lt;a href="http://www.sustainable-palmoil.org/" title="http://www.sustainable-palmoil.org"&gt;http://www.sustainable-palmoil.org&lt;/a&gt; ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usaha Penebangan Kayu— legal dan illegal&lt;br /&gt;Usaha penebangan kayu merupakan ancaman nyata lainnya. Sebelum meluasnya usaha perkebunan kelapa sawit, usaha penebangan kayu yang sah (berdasarkan konsesi yang diberikan pemerintah)atau pun liar dan penebangan ilegal tanpa konsesi dan dilakukan oleh pencuri, adalah merupakan ancaman utama bagi kelangsungan hidup orangutan. Permintaan dunia untuk kayu keras memicu pertumbuhan industri kayu balok dan tripleks selama lebih 30 tahun lamanya. Selama dasawarsa belakangan ini, terutama seelah lengsernya Presiden Soeharto, perkembangan usaha penebangan kayu ilegal di sekitar hutan lindung, dan di banyak taman nasional, termasuk didalamnya hutan konsensi menjadi merajalela. Pengusaha penggergajian sering membeli dan memproduksi kayu-kayu legal maupun illegal. Diperkiran 70% lebih dari produk-produk kayu yang di ekspor ke luar negri adalah kayu illegal dari pengusaha liar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usaha penebangan kayu di Indonesia benar-benar tidak dapat dipertahankan. Usaha penebangan kayu seperti ini tidak hanya secara membabi buta menghabiskan pohon tempat bergantung orangutan, namun juga mengancam keberadaan ribuan tanaman, burung, mamalia dan serangga lainnya. Akhirnya ancaman dari usaha yang tidak berkelanjutan ini membahayakan mata pencaharian bagi masa depan generasi muda dan binatang yang hidupnya bergantung pada hutan untuk tetap bisa bertahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan pemberatasan terhadap usaha penebangan kayu liar dan menjadikan usaha ini sebagai prioritas utama dalam usaha pelestarian lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penebangan liar tak hanya menurunkan komunitas orangutan dan habitat margasatwa lainnya, tapi usaha ini juga merenggut milyaran dolar dari pendapatan negara dan juga menghalangi usaha Negara untuk mempertahankan kelestarian hutan demi masa depan generasi muda nantinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penambangan Emas Liar&lt;br /&gt;Di Indonesia, usaha penambangan mengakibatkan 10% dari kerusakan lingkungan hutan nasional. Metode penambangan terbuka (open pit) pertambangan emas mengubah hutan hujan lebat menjadi gurun tandus dan mati, di mana tidak ada lagi tumbuhan bisa hidup disana. Undang-undang peraturan Indonesia No. 41 tahu 1999 melarang pertambangan terbuka seperti itu dilakukan di hutan lindung namun 90% penambangan terbuka itu sendiri dilakukan di hutan lindung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disamping menyebabkan hilangnya area hutan, erosi dan limbah dari sisa pertambangan membuang particle dan membuat sungai menjadi keruh dan coklat. Lebih dari itu, air raksa yang dipergunakan dalam proses penambangan untuk membentuk emas memasuki aliran sungai, membunuh ikan dan margasatwa lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berburu&lt;br /&gt;Berburu dan menjadikan orangutan sebagai bahan makanan tentu sudah menjadi masalah dari dahulu hingga sekarang. Orangutan bergerak sangat lambat membuat mereka menjadi sasaran yang sangat empuk bagi para pemburu. Perburuan tradisional yang dilakukan oleh orang pribumi sendiri telah membuat para pribumi untuk bertanggung jawab atas kepunahan sejumlah binatang lokal. Saat ini di Sarawak, Orangutan sebagian besar hanya ditemukan di daerah di mana mereka menganggap membunuh orangutan adalah sangat tabu. Orangutan dibunuh atau dilukai oleh pemilik perkebunan (baca diatas) dan oleh petani yang menganggap orangutan menjadi hama. Dari Aceh sendiri ada laporan dari masyarakat mengenai elemen militer yang memburu orangutan sebagai olahraga selama terjadinya konflik saparatis disana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perdagangan binatang piaraan illegal&lt;br /&gt;Memiliki orangutan sebagai binatang piaraan baik itu di Malaysia maupun Indonesia selama dasawarsa adalah hal yang illegal. Sebagai dampak dari larangan tersebut, bayi orangutan secara diam-diam dibawa ke dalam perdagangan margasatwa gelap.&lt;br /&gt;Disaat pembabatan hutan, para pekerja sering sekali menemukan orangutan. Kebanyakan dari orangutan yang ditemukan tersebut adalah ibu dengan bayi yang masih digendong. Binatang ini terpisah dari perkumpulan mereka, karena ketakutan dan tidak mempunyai tempat untuk pergi mereka pun tinggal ditanah. Yang pasti, orangutan betina tersebut akhirnya dibunuh secara brutal oleh para pekerja tidak mau tau dan tamak guna merebut bayinya untuk dapat dijual kepada pedagan binatang yang dilindungi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebanyakan dari bayi-bayi tersebut tidak selamat sampai di Jakarta, Bali atau lokasi internasional lainnya dikarena jalan yang ditempuh sangatlah sulit dan juga disebabkan oleh perawatan yang buruk, penyakit, luka, dan trauma psikologis. Dari 6-8 ekor orangutan mati sebagai akibat dari cara penangkapan, alat angkutan, dan perawatan yang tidak manusiawi tadi, diperkiran hanya satu anak orangutan diantaranya yang sampai di pasaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebakaran hutan&lt;br /&gt;Kebakaran hutan yang terjadi pada tahun1997 dan 1998 menyebabkan kerusakan yang hebat terhadap hutan-hutan di Kalimantan dan Sumatra dan juga banyak membunuh orang hutan, meninggalkan anak-anak mereka tanpa orang tua dan menelantarkan ratusan orangutan lainnya. Dihutan yang lembab dan masih norml biasanya embun yang ada dapat memadamkan api dari sisa akibat kebakaran petani tradisional. Gabungan factor-faktor yang membuat kebakaran besar menghancurkan hutan di ndonesia ialah hutan menjadi tidak kering lagi akibat sisa-sisa serpihan kayu kering dari penebangan liar; selain itu perusahaan minyak sawit juga menambah risiko kebakaran sewaktu membuka lahan dengan cara membabat hutan; dan juga badai El Nino adalah factor lainnya yang mengakibatkan musim kering lebih lama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.orangutanrepublik.org/ourei/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=4" title="http://www.orangutanrepublik.org/ourei/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=4"&gt;http://www.orangutanrepublik.org/ourei/index.php?option=com_content&amp;amp;task...&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-7570546593114920799?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/7570546593114920799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=7570546593114920799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/7570546593114920799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/7570546593114920799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2008/12/habitat-orangutan-terancam-punah.html' title='Habitat Orangutan Terancam Punah Logging'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-566697080450601644</id><published>2008-11-14T14:41:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T14:46:16.067+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Terima Badak Jantan dari AS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yCmU8pss8tY/SR0slw8JEVI/AAAAAAAAAAU/SGXGpiA-Rto/s1600-h/badak_sumatera.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yCmU8pss8tY/SR0slw8JEVI/AAAAAAAAAAU/SGXGpiA-Rto/s200/badak_sumatera.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268416166397284690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menerima seekor badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dari Amerika Serikat (AS) berjenis kelamin jantan dalam rangka program pengembangbiakan jenis hewan tersebut. &lt;p&gt;“Populasi badak Sumatera sekarang ini turun begitu drastis dari sekitar 800 ekor menjadi 400 ekor akibat berbagai hal seperti perburuan dan rusaknya habitat,” kata MS Kaban, Menteri Kehutanan dalam acara penyerahan badak Sumatera dari AS kepada Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Selasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Badak jantan berusia lima tahun bernama Andalas itu, menurut dia akan dikawinkan dengan dua ekor badak Sumatera betina bernama Rosa dan Ratu di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kepulangan Andalas ke Indonesia merupakan salah satu kegiatan yang diprioritaskan dalam Strategi Konservasi Badak Indonesia (SKBI) yang telah direvisi bulan Februari 2005,” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengatakan, andalas adalah badak Sumatera pertama yang berhasil dilahirkan dari perkawinan di dalam penangkaran pada 13 September 2001 di kebun binatang Cincinnati, AS dari pasangan badak Sumatera betina Emi dan yang jantan Ipuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ketika habitat badak Sumatera di Indonesia turun drastis, para ahli segera menyebar berbagai badak itu ke beberapa kebun binatang dunia untuk dilakukan penelitian serta perkembangbiakan pada hewan tersebut,” ujar dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari berbagai kebun binatang itu, ujarnya, badak Sumatera yang ada di kebun binatang Los Angeles itulah yang mengalami kemajuan serta melahirkan Andalas dan dua ekor badak lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Upaya penangkaran badak Sumatera dari Indonesia telah berjalan selama 20 tahun, namun 75 persen badak Sumatera yang dipelihara di kebun-kebun binatang tersebut mati karena pengelolaan yang kurang tepat selama kurun waktu 1985-1997,” tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upaya penangkaran badak Sumatera, ujar MS Kaban, kini hanya ada di Suaka Rhino Sumatera (SRS) di Way Kambas yang selesai dibangun tahun 1997 dengan luas kawasan sekitar 100 ha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sebelumnya di Way Kambas sudah dilakukan proses perkembangbiakan antara badak betina Sumatera bernama Bina dengan seekor badak jantan dari Inggris bernama Torgamba, tetapi ternyata tidak berhasil karena badak Sumatera yang dikembangbiakan di Ingris itu kurang subur,” ucapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, ucapnya, upaya mengembangbiakan “Andalas” dengan “Ratu” dan “Rosa” adalah sebuah langkah awal dari proes pelestarian badak Sumatera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Semoga saja Andalas dengan Ratu dan Rosa dapat menghasilkan keturunan, sehingga tidak terjadi kepunahan pada hewan yang dilindungi tersebut,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seluruh proses penerimaan badak Sumatera dari AS bernama Andalas itu sampai dengan mengantarkannya ke Way Kambas memakan biaya hingga 70 ribu dollar AS atau sekitar Rp630 juta yang ditanggung oleh sponsor dan pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Semua dana datang dari para pemerhati hewan langka tersebut, dan yang jelas bukan dari cukong,” tambah dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cintai mereka jangan biarkan mereka punah dengan bergabung dengan team &lt;a title="cegah satwa punah" href="http://cegahsatwapunah.com/"&gt;cegah satwa punah&lt;/a&gt; dot com. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-566697080450601644?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/566697080450601644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=566697080450601644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/566697080450601644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/566697080450601644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2008/11/indonesia-terima-badak-jantan-dari-as.html' title='Indonesia Terima Badak Jantan dari AS'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yCmU8pss8tY/SR0slw8JEVI/AAAAAAAAAAU/SGXGpiA-Rto/s72-c/badak_sumatera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-4804781524568354861</id><published>2008-11-14T14:36:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T14:41:03.251+07:00</updated><title type='text'>Panda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yCmU8pss8tY/SR0re6cGpmI/AAAAAAAAAAM/kUN7bLtvWKc/s1600-h/250px-Panda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yCmU8pss8tY/SR0re6cGpmI/AAAAAAAAAAM/kUN7bLtvWKc/s200/250px-Panda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268414949176551010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Panda Besar&lt;/b&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hanzi" title="Hanzi" class="mw-redirect"&gt;Hanzi&lt;/a&gt;: 貓熊;; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pinyin" title="Pinyin" class="mw-redirect"&gt;pinyin&lt;/a&gt;: mao xiong), &lt;i&gt;Ailuropoda melanoleuca&lt;/i&gt; ("Kaki-kucing hitam-putih") atau diringkas &lt;b&gt;Panda&lt;/b&gt;, adalah seekor &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mamalia" title="Mamalia" class="mw-redirect"&gt;mamalia&lt;/a&gt; yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Beruang" title="Beruang"&gt;beruang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ursidae" title="Ursidae" class="mw-redirect"&gt;Ursidae&lt;/a&gt;, yang hewan asli &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok" title="Tiongkok"&gt;Tiongkok&lt;/a&gt; tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sichuan" title="Sichuan"&gt;Sichuan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tibet" title="Tibet"&gt;Tibet&lt;/a&gt;. Pada setengah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20" title="Abad ke-20"&gt;abad ke-20&lt;/a&gt; terakhir, panda menjadi semacam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_negara" title="Lambang negara"&gt;lambang negara&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok" title="Tiongkok"&gt;Tiongkok&lt;/a&gt;, dan sekarang ditampilkan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uang_emas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Uang emas (belum dibuat)"&gt;uang emas&lt;/a&gt; negara tersebut. &lt;p&gt;Nama Chinanya berarti "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kucing" title="Kucing"&gt;kucing&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Beruang" title="Beruang"&gt;beruang&lt;/a&gt;," dan juga bisa dibaca dibalik tanpa mengubah arti. Ia dinamai panda di Barat karena mirip dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panda_Merah" title="Panda Merah"&gt;Panda Merah&lt;/a&gt;, dan dulunya dikenal sebagai &lt;b&gt;Beruang Belang&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Ailuropus melanoleucus&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi" title="Taksonomi"&gt;taksonomis&lt;/a&gt; ia adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karnivora" title="Karnivora"&gt;karnivora&lt;/a&gt;, makanannya seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herbivora" title="Herbivora"&gt;herbivora&lt;/a&gt;, sebagian besar tumbuh-tumbuhan, hampir hanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bambu" title="Bambu"&gt;bambu&lt;/a&gt; saja. Secara teknis, seperti banyak hewan, panda adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Omnivora" title="Omnivora"&gt;omnivora&lt;/a&gt;, karena diketahui mereka juga makan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telur" title="Telur"&gt;telur&lt;/a&gt;, dan juga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangga" title="Serangga"&gt;serangga&lt;/a&gt; selain bambu. Kedua makanan ini adalah sumber &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;protein&lt;/a&gt; yang diperlukan. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga" title="Telinga"&gt;Telinganya&lt;/a&gt; bergerak-gerak saat mereka mengunyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panda Besar juga masih bersaudara dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panda_Merah" title="Panda Merah"&gt;Panda Merah&lt;/a&gt;, tetapi mereka dinamai mirip sepertinya akrena kebiasaan mereka memakan bambu. Sebelum hubungannya dengan Panda Merah ditemukan pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1901" title="1901"&gt;1901&lt;/a&gt;, Panda Besar dikenal sebagai &lt;i&gt;beruang berwarna dua&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama puluhan tahun, klasifikasi taksonomi panda yang tepat diperdebatkan karena baik Panda Besar maupun Panda Merah memiliki ciri-ciri seperti beruang dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rakun&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Rakun (belum dibuat)"&gt;rakun&lt;/a&gt;. Namun, pengujian &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika" title="Genetika"&gt;genetika&lt;/a&gt; mengungkapkan bahwa Panda Besar adalah beruang sejati dan termasuk keluarga &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ursidae" title="Ursidae" class="mw-redirect"&gt;Ursidae&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Saudara terdekatnya dalam keluarga beruang adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beruang_Berakcamata&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Beruang Berakcamata (belum dibuat)"&gt;Beruang Berakcamata&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan" title="Amerika Selatan"&gt;Amerika Selatan&lt;/a&gt;. Sekarang masih diperdebatkan apakah Panda Merah termasuk keluarga &lt;i&gt;Ursidae&lt;/i&gt;a tau keluarga rakut, &lt;i&gt;Procyonidae&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panda Besar termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spesies_terancam_punah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Spesies terancam punah (belum dibuat)"&gt;spesies terancam punah&lt;/a&gt;, terancam oleh kehilangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Habitat" title="Habitat"&gt;habitat&lt;/a&gt; dan tingkat kelahiran sangat rendah, baik di alam maupun di kandang. Sekitar 1.600 diyakini masih hidup di alam. Panda Besar adalah lambang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/World_Wildlife_Fund" title="World Wildlife Fund" class="mw-redirect"&gt;World Wildlife Fund&lt;/a&gt; (WWF), organisasi pelestarian alam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panda Besar memiliki &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cakar" title="Cakar"&gt;cakar&lt;/a&gt; yang ganjil, dengan "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jempol" title="Jempol" class="mw-redirect"&gt;jempol&lt;/a&gt;" dan lima jari; "jempol" ini sebenarnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang" title="Tulang"&gt;tulang&lt;/a&gt;-pergelangan tangan yang termodifikasi. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stephen_Jay_Gould" title="Stephen Jay Gould"&gt;Stephen Jay Gould&lt;/a&gt; menulis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Esai" title="Esai"&gt;esai&lt;/a&gt; tentang topik ini, lalu menggunakan judul &lt;i&gt;The Panda's Thumb&lt;/i&gt; untuk buku kumpulan esainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panda Besar pertama kali dikenal di dunia Barat pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1869" title="1869"&gt;1869&lt;/a&gt; oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Misionaris" title="Misionaris"&gt;misionaris&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prancis" title="Prancis" class="mw-redirect"&gt;Prancis&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Armand_David&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Armand David (belum dibuat)"&gt;Armand David&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1826" title="1826"&gt;1826&lt;/a&gt;–&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900" title="1900"&gt;1900&lt;/a&gt;). Panda Besar lama menjadi hewan favorit masyarakat, sebagian karena spesies ini lucu seperti bayi, mirip dengan boneka beruang hidup. Panda juga sering digambarkan sedang berbaring santai sambil makan bambu, bukan berburu, sehingga meningkatlah citranya sebagai hewan manis dan cinta damai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peminjaman panda besar ke kebun binatang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang" title="Jepang"&gt;Jepang&lt;/a&gt; merupakan bagian penting &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diplomasi" title="Diplomasi"&gt;diplomasi&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Cina" title="Republik Rakyat Cina"&gt;Republik Rakyat Cina&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970-an" title="1970-an"&gt;1970-an&lt;/a&gt; karena peminjaman ini menandai sebagian pertukaran budaya pertama antara Tiongkok dan dunia Barat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1984" title="1984"&gt;1984&lt;/a&gt;, panda sudah tidak lagi digunakan sebagai alat diplomasi. Alih-alih, China mulai menawarkan panda kepada negara-negara lain untuk peminjaman hanya sepuluh tahun. Ketentuan peminjaman standar mencakup tarif hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dollar_US&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Dollar US (belum dibuat)"&gt;US$&lt;/a&gt;1.000.000 per tahun dan syarat bahwa anak yang lahir semasa peminjaman adalah milik Republik Rakyat China.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998"&gt;1998&lt;/a&gt; akibat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tuntutan_hukum&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tuntutan hukum (belum dibuat)"&gt;tuntutan hukum&lt;/a&gt; oleh WWF, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=U.S._Fish_and_Wildlife_Service&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="U.S. Fish and Wildlife Service (belum dibuat)"&gt;U.S. Fish and Wildlife Service&lt;/a&gt; mengharuskan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_binatang" title="Kebun binatang"&gt;kebun binatang&lt;/a&gt; AS yang ingin mengimpor panda agar memastikan bahwa setengah tarif yang dipasang China disalurkan untuk upaya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelestarian&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pelestarian (belum dibuat)"&gt;pelestarian&lt;/a&gt; panda liar dan habitatnya, barulah lembaga tersebut mau mengeluarkan izin pengimporan panda tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-4804781524568354861?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/4804781524568354861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=4804781524568354861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/4804781524568354861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/4804781524568354861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2008/11/panda.html' title='Panda'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yCmU8pss8tY/SR0re6cGpmI/AAAAAAAAAAM/kUN7bLtvWKc/s72-c/250px-Panda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-5128150045724514131</id><published>2008-11-14T14:34:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T14:36:40.487+07:00</updated><title type='text'>Sekilas Info Tentang Binatang</title><content type='html'>1. Emu   &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Dan', 1, 1801301)" href="http://id.shvoong.com/tags/dan/"&gt;&lt;span&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; kanguru tidak dapat berjalan mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                     &lt;div id="google_wide_ad_unit" class="google_wideSummary"&gt;                                     &lt;/div&gt;                                  2. Berang-berang bisa menahan (tidak ber-)nafas di dalam air selama 45 menit.&lt;br /&gt;3. Burung terkecil di dunia adalah humming bird,   &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Karena', 1, 1801301)" href="http://id.shvoong.com/tags/karena/"&gt;&lt;span&gt;karena&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; beratnya hanya 1 ons.&lt;br /&gt;4.Yang bergaris-garis pada tubuh harimau bukan cuma bulunya, tetapi juga&lt;br /&gt;kulitnya.&lt;br /&gt;5.Rusa kutub memakan lumut karena mengandung zat yang membuat tubuh mereka&lt;br /&gt;tidak membeku.&lt;br /&gt;6. Burung pelatuk (ingat Woody Woodpecker?) dapat mematuk 20x per detik. Mereka&lt;br /&gt;tidak akan mengalami pusing, karena otaknya dilindungi bantalan udara (mirip&lt;br /&gt;airbag pada mobil jaman sekarang kali ya?).&lt;br /&gt;7.Badak adalah  &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Binatang', 1, 1801301)" href="http://id.shvoong.com/tags/binatang/"&gt;&lt;span&gt;binatang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; terkuat di dunia, karena dapat mengangkat beban yang&lt;br /&gt;850x berat badannya (  &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Manusia', 1, 1801301)" href="http://id.shvoong.com/tags/manusia/"&gt;&lt;span&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; aja paling cuma kuat membawa 2x berat badannya&lt;br /&gt;ya?). Semut mampu mengangkat 50x berat badannya.&lt;br /&gt;8. Kadal (yang suka memangsa serangga memakai lidahnya) memiliki lidah&lt;br /&gt;sepanjang tubuhnya. Kedua matanya dapat melihat dua objek yang berbeda dan&lt;br /&gt;sama-sama fokusnya.&lt;br /&gt;9. Semut bulldog hitam dari Australia&lt;br /&gt;adalah semut paling berbahaya di dunia, karena dapat menyengat dan menggigit&lt;br /&gt;pada saat bersamaan dan keduanya mengandung racun mematikan (dan sudah ada&lt;br /&gt;korban manusia).&lt;br /&gt;10. Armadillo, sloth, dan opossum (semuanya sejenis tupai) menghabiskan 80%&lt;br /&gt;waktu hidupnya untuk tidur (enak bener ya?). Musang juga mirip, karena tidur 20&lt;br /&gt;jam sehari. Sedang   &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Seekor', 1, 1801301)" href="http://id.shvoong.com/tags/seekor/"&gt;&lt;span&gt;seekor&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; siput bisa tidur selama 3 tahun. &lt;br /&gt;11. Gajah dapat mencium aroma air sejauh 3 mil (1 km lebih).&lt;br /&gt;12. Jantung landak berdenyut 300x dalam semenit, sedang jantung ikan paus biru&lt;br /&gt;hanya berdenyut 6x semenit.&lt;br /&gt;13. Masih ikan paus biru: suaranya paling keras   &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Dibanding', 1, 1801301)" href="http://id.shvoong.com/tags/dibanding/"&gt;&lt;span&gt;dibanding&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; binatang lainnya, dan&lt;br /&gt;lidahnya cukup lebar sehingga dapat untuk berdiri 50 orang. (gile..)&lt;br /&gt;14.   &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Di', 1, 1801301)" href="http://id.shvoong.com/tags/di/"&gt;&lt;span&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Amerika, ada lebih banyak sapi dibanding manusia.&lt;br /&gt;15. Bintang laut tidak mempunyai otak (lah, kenapa kita sering mengumpat&lt;br /&gt;"otak udang" ya?). (manusia juga ada yg ga punya otak..&lt;br /&gt;16. Ikan emas dapat mengingat hanya sekitar 2-3 detik saja (yah, lebih baik&lt;br /&gt;dibanding bintang laut ya?)&lt;br /&gt;17. Lebih banyak orang mati karena tak sengaja menelan gabus botol sampanye&lt;br /&gt;dibanding karena sengatan laba-laba beracun.&lt;br /&gt;18. Lebih banyak orang mati karena sengatan lebah dibanding karena gigitan&lt;br /&gt;ular.&lt;br /&gt;19. Jumlah serangga di dunia ini ada sebanyak 200juta kali jumlah manusia.&lt;br /&gt;20. Hiu tidak dapat terkena penyakit kanker.&lt;br /&gt;21. Saking panjangnya lidah seekor jerapah (21 inci), sehingga mereka dapat&lt;br /&gt;membersihkan telinganya dengan lidahnya.&lt;br /&gt;22. Jika kalajengking ditetesi minuman keras, dia akan marah dan menyengat&lt;br /&gt;dirinya sendiri sampai mati. (strezz kali yah!!)&lt;br /&gt;23. Sama-sama tanpa air, tikus dapat hidup lebih lama dibanding unta.&lt;br /&gt;24. Seekor kecoa dapat hidup selama 9 hari tanpa kepala. Kecoa juga merupakan&lt;br /&gt;binatang yang tahan terhadap radiasi, sehingga kalau ada perang nuklir,&lt;br /&gt;kecoalah yang paling banyak selamat. (kayaknya udah pernah!!)&lt;br /&gt;25. Seekor semut dapat mengangkat barang yang berbobot 50x berat badannya, dan&lt;br /&gt;menarik barang yang beratnya 30x berat badannya.&lt;br /&gt;26. Seekor singa bisa berhubungan kelamin 50 kali dalam sehari.&lt;br /&gt;27. Babi dapat menikmati orgasme selama 30 menit (tau deh ngukurnya bagaimana).&lt;br /&gt;28. Seekor kucing betina bisa melahirkan 20.736 anak kucing dalam empat tahun&lt;br /&gt;(waduh, efektif banget to ya hubungan badannya?).&lt;br /&gt;29. Makhluk hidup yang menikmati seks hanyalah lumba-lumba dan manusia (lha bagaimana&lt;br /&gt;dengan babi tadi?)&lt;br /&gt;30. Hyena lebih didominasi kaum betinanya. Bahkan klitoris mereka berukuran&lt;br /&gt;sangat menonjol, dan dapat berereksi. Sialnya lagi, hal ini ditujukan untuk&lt;br /&gt;menakut-nakuti hyena jantan! (Lah, terus ML sama siapa dong kalau cowoknya ditakut-takuti&lt;br /&gt;dan diusir?)&lt;br /&gt;31. Kelelawar selalu terbang ke kiri setelah keluar dari dalam gua.&lt;br /&gt;32. Gajah adalah satu-satunya binatang yang tidak dapat melompat.&lt;br /&gt;33. Sapi dapat berjalan menaiki tangga, tapi tidak menuruninya.&lt;br /&gt;34. Semua beruang kutub kidal lho.&lt;br /&gt;35. Ayam bisa terbang tidak lebih dari 13 detik.&lt;br /&gt;36. Seekor siput dapat tidur tiga tahun lamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Usia capung hanya 24 jam.&lt;br /&gt;38. Kupu-kupu merasakan makanan dengan kakinya.&lt;br /&gt;39. Mata burung unta lebih besar daripada otaknya.&lt;br /&gt;40. Kata "butterfly" berasal dari kata "flutterby".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-5128150045724514131?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/5128150045724514131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=5128150045724514131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/5128150045724514131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/5128150045724514131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2008/11/sekilas-info-tentang-binatang.html' title='Sekilas Info Tentang Binatang'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2686452318453160047.post-2801589910412470069</id><published>2008-11-14T14:32:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T14:34:11.099+07:00</updated><title type='text'>Fakta Unik: Semua Tentang Binatang</title><content type='html'>&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;p&gt;Dunia binatang sangat menarik untuk kita amati. Selain tingkah laku mereka, juga banyak hal yang perlu kita ketahui, bahkan bisa bikin kita terpana bila mengetahuinya. Coba perhatikan fakta-fakta berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kalau kita berbicara tentang hewan tercepat di muka Bumi, maka seringkali kita mengaitkannya dengan &lt;strong&gt;cheetah&lt;/strong&gt;, spesies kucing besar yang hidup di dataran Afrika. Diduga kecepatan kucing ini berkisar pada angka 70 mph (114 km/jam). Namun, tahukah kamu bahwa hewan tercepat sebenarnya dipegang oleh seekor burung yang bernama &lt;strong&gt;The Peregrine Falcon&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Falco peregrinus&lt;/em&gt;) dengan kecepatan yang pernah tercatat adalah 390 km/jam (242.3 mph)! Bandingkan dengan kecepatan tertinggi yang pernah dicapai oleh mobil balap F1 yang hanya berkisar pada angka 370 km/jam (229mph)! Hewan yang memiliki populasi tersebar di seluruh benua kecuali Antartika ini mulai terancam punah akibat rusaknya habitat tempat mereka tinggal oleh aktivitas manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahu &lt;strong&gt;ikan layar&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;sailfish&lt;/em&gt;)? Ikan yang menjadi favorit para pemancing profesional ini ternyata masih menjadi misteri bagi para ahli bidang biologi kelautan. Hal ini disebabkan karena pergerakan ikan yang enak dagingnya itu sangat cepat dan tingkat perpindahannya (migrasi) sangat tinggi. Selain itu, ikan yang memiliki nama Latin &lt;em&gt;Istiophorus albicans &lt;/em&gt;(untuk yang berada di Samudra Pasifik) dan &lt;em&gt;Istiophorus platypterus &lt;/em&gt;(untuk yang bermukim di Samudra Atlantik) ini tersebar ratusan mil dari pantai. Sehingga sangat sulit bagi para ahli untuk mencari lokasi pasti mereka, melakukan proses &lt;em&gt;tagging&lt;/em&gt; (penomeran),serta pengumpulan data. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa ikan ini memang benar-benar ‘cepat'. Percaya tidak, 36 jam setelah bertelur, telur-telur tersebut langsung menetas! Tidak hanya itu, pertumbuhan tubuh mereka sangat cepat, sekitar 6 kaki per tahun!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Let's talk about a strongest animal in the world&lt;/em&gt;. Berbicara tentang hewan terkuat, sering kali kita menganggap bahwa hewan terkuat adalah gajah. Namun, tahukah kamu, bahwa gajah Afrika hanya mampu mengangkat beban dengan proporsi 25% dari total berat badannya? Coba bandingkan dengan seekor&lt;strong&gt; kumbang badak&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;The rhinoceros beetle&lt;/em&gt;) mampu membawa beban sebanyak 850 kali dari total berat badannya! Dengan kata lain, secara proporsi berat badan, gajah masih kalah dengan manusia yang mampu mengangkat beban hingga 10 kali berat badannya, bahkan lebih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Burung Unta&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Ostrich&lt;/em&gt;) bukan sembarang burung. Tinggi badannya dapat mencapai 2,5 meter dengan berat 180 kg. Selain besar, Burung Unta juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Burung ini bisa bertahan hidup pada suhu di atas 40 derajat Celcius hingga suhu 0 derajat Celcius. Umurnya juga terbilang panjang, bisa mencapai usia sekitar 50 tahun. Walau begitu, sekalipun Burung Unta sedemikian besar, pengeluaran untuk biaya makan Burung Unta hanya mencapai kira-kira US$ 75 setahun. Kesulitan umum satu-satunya dalam memelihara Burung Unta adalah masalah kandang. Diperlukan lahan yang cukup luas, dan berpagar. Masalahnya, sekali seekor Burung Unta lari keluar dari pagar, kamu perlu sebuah mobil untuk mengejar dan menangkapnya, karena Burung Unta dapat berlari hingga kecepatan 50 km/jam!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut para ilmuwan, hewan yang memiliki suara paling keras adalah ikan &lt;strong&gt;paus biru&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Balaenoptera Musculus&lt;/em&gt;), yang juga menyandang gelar sebagai hewan terbesar di bumi. Suara ikan paus biru lebih keras daripada suara motor Harley Davidson. Bahkan lebih keras daripada suara konser rock yang paling keras, dan juga lebih keras dari ledakan bom. Seberapa keraskah suara ikan paus biru tersebut? Suara ikan tersebut adalah 188 desibel..! Angka ini sama dengan 1 juta kali suara mesin jet (yang mencapai tingkat kekerasan suara 120-130 desibel). Perlu diingat bahwa tingkat kekerasan suara bertambah secara logaritmis. Ini berarti setiap kenaikan 10 desibel berarti peningkatan intensitas suara hingga 10 kali. Ini adalah salah satu alasan bagi kita semua untuk bersyukur bahwa ikan paus biru tersebut hanya tinggal di dalam laut, hehe....&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mau tahu hewan bertulang belakang (vertebrata) terkecil di dunia? Sejenis ikan kerdil yang disebut &lt;em&gt;stout infantfish&lt;/em&gt; ditetapkan sebagai hewan bertulang belakang paling mungil dan paling ringan sedunia. Ikan yang hidup di sekitar perairan Great Barrier Reef, Australia, ini panjangnya hanya 7 milimeter! Sebenarnya, ikan dari Australia itu memiliki saingan, yaitu sejenis ikan yang memiliki nama latin &lt;em&gt;paedocypris progenetica&lt;/em&gt; yang ditemukan di rawa-rawa gambut di Pulau Sumatera. Hewan tersebut memiliki panjang sekitar 7,9 milimeter.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2686452318453160047-2801589910412470069?l=akucumi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucumi.blogspot.com/feeds/2801589910412470069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2686452318453160047&amp;postID=2801589910412470069' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/2801589910412470069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2686452318453160047/posts/default/2801589910412470069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucumi.blogspot.com/2008/11/fakta-unik-semua-tentang-binatang.html' title='Fakta Unik: Semua Tentang Binatang'/><author><name>Animal Planet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11516561340529194282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
